Berita Foto Ruwajurai Pesawaran

Mitra Bentala Desak Pelaku Pencemaran Pesisir Pesawaran Ditindak Tegas

Mitra Bentala Desak Pelaku Pencemaran Pesisir Pesawaran Ditindak Tegas

Mashabi. | Dokumentasi

Mashabi. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lembaga swadaya masyarakat yang peduli isu pesisir, Mitra Bentala, menyayangkan kurang tegasnya Pemerintah Kabupaten Pesawaran terhadap pelaku pencemaran yang diduga berasal dari tambak PT Indokom di Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan.

Dalam rilis, Mitra Bentala menyikapi hasil kunjungan dan pengecekan langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran kemarin yang terkesan penuh pemakluman.

Mitra Bentala menilai, jelas bahwa tambak tersebut tidak memliki IPAL yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal itu akui oleh pemilik tambak. Mereka mengakui, tambaknya tidak memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang standar dalam berusaha.

Bahkan, hampir semua tambak di pesisir tidak ada yang memilki IPAL yang baik. Disinyalir, semua saluran pembuangan langsung ke sungai atau ke pantai pesisir.

Dan didukung juga oleh keluhan masyarakat sekitar tambak-tambak tersebut yang sering menimbulkan bau yang tidak sedap pada saat-saat tertentu.

Mashabi, Manajer Advokasi dan Kajian Mitra Bentala Lampung mengungkapkan jika tindakan tidak tegas terhadap pelaku pencemaran atau perusak lingkungan, akan banyak lagi kejadian serupa.

Hanya bersifat pada tahap memperbaiki tetapi tidak dibarengi dengan tindakan tegas untuk penegakan hukumnya.

Para pelaku pencemaran lingkungan melanggar Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan.

Sampai saat ini di banyak tempat masih sangat jarang pelaku perusakan lingkungan diberi sanksi yang tegas.

Ke depan Pemerintah Kabupaten Pesawaran harus memberikan sanksi tegas serta melakukan pembinaan ,pemantauan dan monitoring terhadap tambak-tambak.

Direktur Eksekutif Mitra Bentala Rizani Ahmad mwnambahkan, bila perlu dibuat Tim Terpadu Independen Pemantau Lingkungan Wilayah Pesisir Kabupaten Pesawaran yang memang sangat banyak tambak.

Kata Rizani, ini untuk menjamin agar tidak terjadi kembali kejadian-kejadian pencemaran lingkungan di wilayah pesisir. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda