Berita Foto Advertorial

Adian Saputra Latih Dosen PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Menulis Artikel Ilmiah Populer

Adian Saputra Latih Dosen PTS Terbaik ASEAN Universitas Teknokrat Indonesia Menulis Artikel Ilmiah Populer

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM. | Dokumentasi

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menulis artikel ilmiah populer berupa opini lebih memiliki kencenderungan untuk dibaca banyak orang. Sebab, yang memuatnya adalah media massa yang memiliki peluang untuk dibaca banyak orang dibanding karya ilmiah yang ada di jurnal maupun di buku teks.

Oleh sebab itu, dosen Universitas Teknokrat Indonesia didorong untuk mampu menghasilkan karya tulis ilmiah populer. Kemampuan menulis karya ilmiah populer juga harus dibangun atau dilatih sejak dini.

Demikian kesimpulan yang disampaikan pemimpin redaksi wartalampung id Adian Saputra ketika mengisi pelatihan penulisan karya ilmiah populer untuk dosen Universitas Teknokrat Indonesia di kampus setempat, Jumat, 1/4/2022, pukul 09.00-11.30 WIB.

Acara dihadiri 47 dosen tetap Universitas Teknokrat Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Adian Saputra memberikan banyak bekal dalam penulisan artikel ilmiah.

Ia menyampaikan, pentingnya bagi dosen untuk memiliki kemampuan dalam menulis artikel ilmiah populer.

“Tidak usah bingung untuk memulai menulis. Apa yang ada di kehidupan keseharian kita bisa dikaitkan dengan bidang yang Anda kuasai. Tulis saja dulu, jangan bingung dan takut untuk menulis,” ujar Adian.

Adian mengatakan, dosen juga dapat menggunakan blog atau Facebook untuk mengunggah tulisan-tulisannya. Tujuannya agar masyarakat luas dapat melihat dan membacanya.

“Unggah saja tulisan yang sudah dibuat karena kita tidak tahu bagaimana nasib tulisan tersebut. Barangkali tulisan tersebut bernasib baik dan dapat dibukukan seperti karya Linda Christanty yang berjudul Jangan Tulis Kami Teroris,” ujarnya.

Ia memberikan bekal dan dorongan bagi dosen. Adian memberikan tantangan kepada dosen untuk menulis dengan ketentuan 750 kata dan dapat digarap dengan apik oleh para dosen.

Dengan lokakarya tersebut diharapkan dosen Universitas Teknokrat Indonesia bisa menulis artikel ilmiah populer dengan lihai dan dapat dibaca khalayak umum.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kampus setempat, Ahmad Ari Aldino mengatakan Universitas Teknokrat Indonesia menargetkan dosennya menulis satu karya ilmiah populer di media massa minimal satu kali per bulan.

Aldino mengatakan, mulai April 2022 ini setiap dosen diminta menghasilkan dan menerbitkan artikel ilmiah populer berupa opini di media massa.

Artikel ini, kata dia, dimuat di media massa sebab memiliki pembaca dari berbagai kalangan. LPPM memberi target ini agar memajukan nama universitas serta mengasah kemampuan menulis yang dimiliki dosen.

Program ini diadakan satu kali setahun dengan tema yang diambil sesuai kebutuhan dosen.

“Untuk kegiatan seperti ini dilaksanakan secara fleksibel sesuai kebutuhan dan wajib bagi seluruh dosen tetap,” ujar Aldino.

LPPM adalah lembaga yang bergerak di ranah akademik. Struktur LPPM berada di bawah wakil rektor bidang akademik dengan fokus pada bagian penelitian.

“Lembaga ini di bawah wakil rektor bidang akademik yang fokusnya tentang penelitian dosen. Mulai dari mempersiapkan hibah atau dana penelitian, komponen evaluasi, laporan akhir, laporan pertanggungjawaban, dan juga untuk pengabdian masyarakat,” kata Aldino.

Universitas, ujarnya, mempersiapkan dan memfasilitasi semua kebutuhan dosen agar tujuan pendidikan dapat tercapai.

Ia menjelaskan, program pelatihan ini diadakan untuk memotivasi para dosen dalam hal keterampilan menulis selain pada penulisan jurnal. Dosen menjadi fokus pelatihan penulisan ini agar minat menulis di media massa bertambah.

Hasil tulisan berupa artikel ilmiah populer yang telah dibuat akan dipublikasikan dan dibaca oleh semua kalangan. Artikel ini berisi potret masyarakat, perkembangan kondisi terkini, dan solusi permasalahan yang aktual.

Wakil Rektor Dt H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik pelatihan ini. Ia menargetkan setiap dosen mampu menulis karya ilmiah populer di media massa. Ia ingin setiap isu yang bisa dipublikasikan keluar, ditulis dengan baik oleh semua dosen.

Ia mendorong dosen untuk membaca sebanyak mungkin media massa agar mengetahui isu atau topik apa saja yang sedang hangat. Dari situ setiap dosen bisa memformulasikannya dalam bentuk tulisan popuer.

Ia mengatakan, banyak pihak yang bisa disasar dengan tulisan itu. Selain masyarakat, juga pembuat kebijakan. Ia ingin tulisan  berisi gagasan yang konstrukif itu bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah daerah. Mahathir meyakini hal itu sebagai bentuk kontribusi kampus untuk kebaikan semua.

Mahathir juga senang pada pelatihan itu semua dosen sudah mampu menulis dengan baik. Tinggal bagaimana menatanya sehingga lebih mudah dipahami khalayak pembaca. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda