Ardy Rimanda Putra, S.Kom. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ardy Rimanda Putra, S.Kom adalah salah seorang alumni Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia angkatan 2014. Kini ia bekerja sebagai tenaga kontrak profesional sebagai staf IT di Badan Penelitian dan Pengembangan Lampung.
Ia mempunyai banyak cerita selama menjadi mahasiswa Universitas Teknokrat indonesia.
Ardy bercerita, saat pertama masuk sebagai mahasiswa Program Studi Informatika, ia sangat terkesan dengan kondisi perkuliahan di kampus ini. Dari mulai tenaga pengajar yang kompeten, staf yang ramah, lingkungan yang tenang, dan teman seperjuangan yang saling mendukung satu sama lain.
Segala sarana prasarana yang semakin baik dan memadai untuk mendukung terciptanya suasana kondusif untuk belajar. Meskipun mungkin tak sempat merasakan nikmatnya semua fasilitas baru seperti saat ini, kata dia, patut berbangga karena alumni juga yang berperan untuk memajukan kampus sampai sehebat sekarang. Bahkan menjadi PTS terbaik di ASEAN.
Pada saat menjadi mahasiswa, Ardy di kampus di mana pada semester III diterima menjadi asisten dosen komputer. Ia mendaftar bersama tiga teman dan yang lolos hanya dirinya.
Selama menjadi asisten dosen, ia banyak mengenal dosen dan teman-teman baru sehingga banyak mendapatkan Ilmu yang sangat bermanfaat dan tidak di dapat di dalam perkuliahan.
Lanjut Ardy, pada awal semester VI,, ia menjadi Ketua Hima Informatika yang dipilih melalui pemilihan mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Teknokrat Indonesia. Itu, ujarnya, menjadi suatu kebanggan karena dari organisasi itu ia banyak melakukan kegiatan kampus dan menjadi ketua pelaksana seperti Gebyar, Jalan Sehat, 17 Agustus, dan sebagainya. Ia pun banyak mengenal dosen dan staf.
Ia menilai suasana kampus sangat ramah. Ia bisa berteman baik dengan semua sampai saat ini.
“Saya senang menjadi ketua pelaksana kegiatan di kampus karena mendapatkan Ilmu baru yang tidak dipelajari di perkuliahan seperti contohnya kepemimpinan, public speaking, dan teknik menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Pada waktu yang bersamaan, ia pun mendapat beasiswa PPK selama satu tahun yang diberikan kampus. Itu menjadi salah satu kebanggan karena dapat meringankan biaya kuliah selama dua semester.
Pada tahun 2018 Ardy lulus kuliah. Keluarga besar dan orang tua bangga serta puas dengan jasil kuliahnya selama ini.
Ardy berujar, ia kini bekerja di Balitbangda Lampung. Pada Januari 2021 ia menikah. Sebuah rumah dan kendaraan beroda empat sudah ia miliki untuk keluarga.
Ardy berpesan untuk Universitas Teknokrat Indonesia agar selalu meningkatkan kompetensi dan ilmu oengetahuan agar dapat berkembang dan bersaing di era Industri 4.0 dan society 5.0.
Untuk para dosen dan staf, ia menginginkan agar terus optimal memberikan bimbingan agar mahasiswa menjadi lulusan yang disiplin, bermutu, kreatif dan inovatif serta mampu bersaing dalam dunia kerja.
Ardy lulus dengan IPK 3,54. Sebelum lulus di semester 8, ia sudah bekerja menjadi guru TKJ di SMK BLK Waydadi Sukarame Bandar Lampung selama satu tahun. Dari situ ia kemudian bekerja di Balitbangda Lampung hingga saat ini.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengatakan, alumni seperti Ardy memang patut dijadikan contoh. Dengan indek prestasi yang bagus, ia juga dibekali kemampuan lain sehingga siap bekerja di mana saja. Tentu sesuai dengan basis kompetensinya.
Mahathir mengatakan, bekerja sebagai ahli IT di Balitbangda Lampung adalah sebuah kebanggaan. Sebabm, tidak semua lulusan perguruan tinggi bisa diterima di sana. Ini membuktikan kalau lulusan Teknokrat memang mempunyai keterampilan yang memadai.
Selain itu, sikap juga menjadi pertimbangan utama. Hal itu juga ditunjang pembelajaran mata kuliah kepribadian yang diterima semua mahasiswa.
Mahathir mengatakan, hal yang sudah dilakukan Ardy bisa dicontoh mahasiswa lain. Dengan demikian, ini bisa memacu motivasi mahasiswa agar giat belajar dan membekali diri dengan pengetahuan yang luas. []
