Me3lia Gingsul. | Frans FX

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sudah beberapa tahun ini model Lampung Melia Gingsul punya pekerjaan yang lumayan menjanjikan dari sisi penghasilan. Ia menjadi host terkemuka pada sebuah aplikasi streaming Nonolive, nimo tv, up live, genflix, yayalive dan beberapa aplikasi lainnya.
Jika melalui akun Instagramnya Melia lebih banyak memasarkan produk, kini ia harus tampil sebagai host di aplikasi hiburan streaming itu. Dan layaknya aplikasi sejenis, ia mesti bekerja secara totalitas.
Melia seolah ingin mematahkan anggapan menjadi host di sebuah aplikasi hiburan ini adalah kerja yang gampang. Padahal, dari pengalamannya selama ini, ia merasa mesti dikerjakan dengan sepenuh hati dan profesional.
Memang, semua penontonnya rata-rata orang kaya yang sekarang lazim disebut sultan. Mereka tak sungkan memberi bintang yang banyak kepadanya. Dari situ penilaian kepada Melia dimulai. Semakin banyak para sultan memberikan bintang, performa Melia meningkat. Apalagi sampai durasi tayangnya sangat lama.
Peningkatan performa Melia akan menentukan statusnya sebagai host yang diutamakan alias punya banyak fans dan hasil yang ditangguk besar Dari situ Melia mendapat imbalan yang sangat memadai.
Satu hal yang ingin disampaikan Melia adalah bekerja sebagai host di sebuah aplikasi hiburan streaming ini tidak mudah. Ia mesti memaksimalkan kemampuan public speaking-nya. Kemudian mengetahui banyak hal perkembangan dunia, termasuk fashion, gaya hidup, dan sebagainya.
Sebab, kata Melia, sejauh ini mereka yang langgeng dalam pekerjaan ini adalah orang yang bisa menemani berbicara kliennya. Maka itu, Melia mesti cerdas ketika ada yang mengajaknya ngobrol dan menanyakan banyak hal. Termasuk juga melakukan tantangan yang diminta demi poin.
Melia bilang, sejauh ini tidak ada yang aneh-aneh dari permintaan itu. Mereka, kata Melia, bahkan senang berkomunikasi di aplikasi itu.
“Enggak gampang lho. Aku mesti dandan yang cantik, rapi, menguasai bahan, dan sebagainya,” ujar dara cantik ini.
Melia menuturkan, ia juga mesti siap dengan semua peralatan selama bekerja. Bahkan, untuk sikap yang paling kecil pun bakal dapat penilaian.
Ia misalnya tidak diperkenankan makan selama membawakan acara itu. Penampilannya pun mesti prima. Ia berusaha tampil sebaik dan seprofesional mungkin.
“Mungkin enggak banyak yang tahu kalau kerjaan semacam ini memang mesti total. Enggak bisa main-main meskipun barangkali kalau dilihat kayak main-main,” kata model profesional ini.
Melia sudah beberapa kali berpindah kerja dari satu aplikasi ke aplikasi lain sampai sekarang ia nyaman dengan kondisi saat ini.
Melia juga tidak menafikan, bayaran sebagai host ini lumayan besar. Dan ia mengaku, semuanya diperoleh tidak dengan instan tapi penuh perjuangan dan kerja keras.
“Banyak sih yang awalnya ngeremehin pekerjaan ini. Mungkin disangka enggak menghasilkan dan gitu-gitu aja. Padahal dari sini aku bisa mendapat penghasilan yang sangat lumayan,” ujarnya.
Melia tak bermaksud riya. Dari penghasilan yang ia peroleh, ia bisa membeli mobil keluaran terbaru dan rumah yang layak dan besar. Bagi Melia, ini sebuah ukuran kalau pekerjaannya itu memang menjanjikan. Dunia hiburan berbasis aplikasi ternyata mampu menghasilkan jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik.
Melia bilang, pengalaman dalam bidang model yang sebelumnya ia lakoni ternyata bermanfaat saat ini. Terbiasa di kamera membuat Melia sadar bahwa penampilannya memang mesti cantik dan menarik.
Termasuk urusan dandan dan pakaian. Melia juga kini makin terampil dalam mempersiapkan semua alat sebagai penunjang pekerjaannya itu.
Ia tak sungkan menginvestasikan uang untuk membeli ponsel dengan resolusi paling tinggi demi maksimal dalam bekerja. Melia sadar, alat membantunya optimal dalam bekerja. Itu juga sebabnya sejauh ini tidak ada komplain atas pekerjaan yang ia lakukan.
Melia juga bukan tipikal yang sungkan berbagi informasi kepada kawannya yang lain. Jika ada lowongan pekerjaan jenis ini dari aplikasi, ia pasti menawarkan kepada teman yang ia nilai punya kemampuan. Dan sejauh ini ada beberapa rekannya yang juga sukses meniti karier di bidang pekerjaan ini.
“Yang jelas syaratnya mau serius dan ikuti aturannya. Enggak aneh-aneh kok. Kita enggak dituntut juga seksi apa yang sejenisnya. Aku sejauh ini ya pakaian biasa saja. Dan yang nonton juga enggak aneh-aneh,” kata dia.
Melia juga mengaku bekerja semacam ini membuatnya makin pintar. Sebab, ada transformasi pengetahuan yang ia dapatkan dari mereka yang menyaksikannya.
Melia bercerita, pernah suatu waktu ia mendapatkan penilaian yang luar biasa yang jika dikonversi mencapai jutaan rupiah. Melia bersyukur benar jika itu ia dapatkan.
Pekerjaan jenis ini, diakui Melia, tidak menguras waktunya. Ia masih bisa beraktivitas sebagaimana cewek lainnya. Ia masih bisa bersosialisasi dengan teman, sesekali difoto, juga meng-endorse produk yang dimintakan kepadanya. Pendeknya, Melia nyaman dengan pekerjaan ini.
Namun, itu tidak membuatnya berpuas diri. Melia sadar ia mesti terus meningkatkan kemampuan. Baik dari sisi bicara, penampilan, dan konten apa yang ia sampaikan. Kadang ada yang bertanya cukup berbobot saat ngobrol kala ia live.
Yang jelas, sampai sekarang Melia berusaha tetap rendah hati. Ia juga mesti membimbing adik kandungnya. Sang adik kini sedang ia latih agar punya kemampuan yang sama dengannya. Sang adik yang kuliah pun ia dorong supaya serius belajar dan cepat selesai.
“Keluarga buatku penting banget. Karena merekalah aku seperti ini. Mereka jadi motivasi aku untuk menjadi lebih baik dan makin profesional dalam bekerja,” tutup si pemilik gingsul manis ini. []
