Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

IZI Lampung Bantu Ringankan Biaya Operasi Habib Bayi 8 Bulan Tak Bisa BAB Sejak Lahir

IZI Lampung Bantu Ringankan Biaya Operasi Habib Bayi 8 Bulan Tak Bisa BAB Sejak Lahir

IZI Lampung bantu pengobatan Habib. | Dokumentasi

IZI Lampung bantu pengobatan Habib. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bayi berusia delapan bulan ini bernama Muhammad Habib Al Rasyid. Sekilas terlihat tak ada kekurangan pada dirinya. Anak ketiga pasangan Heri Erlangga, seorang buruh bangunan, dan Novita Sari, ibu rumah tangga, ini tampak sehat.

Namun, hal ini menjadi berbeda ketika Laznas IZ Lampung pada Rabu 9/2/2022 menyambangi rumahnya di Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim Bandar Lampung untuk memberikan bantuan pengobatan. Ternyata Habib mengalami gangguan saluran pencernaan. Ia tidak bisa buang air besar (BAB) secara normal sejak lahir.

“Habib ini dulu lahirnya prematur dengan berat 1,5 kg. Kata dokter, anak saya ini mengalami kelainan berupa penyempitan pada ususnya. Akibatnya tidak bisa buang air besar karena anusnya tersumbat,” kata Novita Sari.

Efek dari tidak bisa buang air besar ini, perut Habib membesar dan membuncit. Karena itu, ia kemudian dirawat lebih lanjut selama tiga bulan di RSUD Abdul Moeloek.

Oleh pihak dokter yang menanganinya, Habib kemudian dirujuk ke RSIA Mutiara Ibu Pahoman untuk dilakukan operasi kolostomi.

Kolostomi adalah pembuatan sebuah lubang di dinding perut sebagai saluran untuk mengeluarkan kotoran atau feses. Lubang ini nantinya akan terhubung ke alat serta kantong kolostomi. Bisa bersifat sementara, tapi bisa juga bersifat permanen.

Pada Desember 2021, telah dilakukan operasi pertama pada Habib. Di perutnya telah dibuat lubang sebagai anus buatan. Rencananya Februari 2022 ini dilakukan operasi kedua Habib berupa pemasangan alat yang akan menyambungkan usus dengan anusnya.

“Meskipun untuk operasi ini dibiayai BPJS, dokter telah mengonfirmasi alat tersebut harus dibayar sendiri oleh kami karena tidak termasuk dalam tanggungan BPJS,” kata Novita.

Kondisi ekonomi yang lemah membuat kedua pasangan ini kesulitan untuk menyediakan dana sebesar itu. Rumah yang mereka tempati sekarang ini pun milik orang lain yang berbaik hati mengizinkan mereka untuk menumpang.

“Yang membuat kami pusing karena alat ini sangat mahal sekali bagi kami, seharga Rp8 juta-Rp10 juta. Belum lagi ada obat-obatan yang juga tidak ditanggung BPJS. Sementara untuk membeli susu sehari-harinya saja untuk Habib kami sering kerepotan,” terang Novita.

Kadang perut Habib mengalami iritasi karena mereka tak mampu rutin membeli salep yang seharusnya dioles di sekitar lubang anus buatan tersebut. Bahkan kalau kain kasa sebagai penutup anus buatan habis, terpaksa ditutup pakai kain atau plastik.

“Terima kasih IZI sudah membantu kami mudah-mudahan bisa menambah kekurangan dana kami,” ujar Novita.

Bagi  para dermawan yang ingin membantu biaya pengobatan dan operasi adik Habib agar kelak  bisa normal seperti anak-anak yang lain bisa menghubungi nomor ponsel dan WA 081366222249 atau bisa datang langsung ke kantor IZI Lampung di Jalan ZA Pagar Alam No 4 (flyover Pramuka) Rajabasa, Bandar Lampung. [Adriansyah/IZI Lampung]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda