Ustaz Syukron Muchtar bersama jamaah PSKT Tanjung Agung. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pengurus Pusat Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Ustaz Syukron Muchtar Lc mengisi pengajian di Pengajian Sosial Kerukunan Tetangga (PSKT) Tanjung Agung, Bandar Lampung, di Masjid Al Istiqomah, Kamis lalu, 3/2/2022.
Penyandang gelar Lc dari LIPIA itu memberikan materi seputar menjadi wanita saleha. Alumnus SMA YP Unila itu mengatakan, ada tiga hal yang ia sampaikan kepada jamaah pengajian.
Yang pertama, taat kepada Allah. Taat kepada Allah swt adalah ukuran ketakwaan seseorang. Oleh sebab itu, taat kepada Allah adalah hal mutlak untuk menjadi insan bertakwa.
Syukron mengatakan, taat kepada Allah dengan berusaha semaksimal mungkin menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Syukron menilai, ketaatan kepada Allah swt adalah tonggak awal seorang perempuan mampu menjadi pribadi yang saleha.
Yang kedua, taat suami. Syukron mengatakan, setiap perintah suami, sepanjang tidak maksiat, wajib diikuti. Meskipun dalam keadaan capek, seorang perempuan tetap berkewajiban melaksanakan perintah suami sepanjang tidak maksiat kepada Allah swt.
Namun, jika apa yang diperintahkan suami adalah kemaksiatan, wajib tidak diikuti. Syukron mengatakan, sikap perempuan yang tidak menaati suami dengan alasan suaminya menjengkelkan, juga tidak tepat.
“Taat kepada suami itu urusan istri kepada Allah. Tidak ada urusannya dengan suami. Ketaatan dengan suami semata-mata wujud kita taat dengan perintah Allah. Soal suaminya bagaimana sikapnya, itu bukan urusan kita,” ujar Syukron.
Yang ketiga, menyegerakan kebaikan. Syukron mengajak jamaah untuk bersegera jika ada panggilan untuk kebaikan. Misalnya salat. Begitu azan terdengar, hentikan semua kegiatan dan tunaikan salat. Termasuk juga jika diminta suami melakukan sesuatu, segera dilaksanakan.
“Suami minta kopi. Itu kan amal kebaikan. Dan juga enggak maksiat kepada Allah swt. Jadi, begitu diminta suami bikin kopi, segera dilaksanakan,” ujarnya. [Sugiono]
