Berita Foto Opini

Opini: Bahagiakah Masyarakat Lampung?

Opini: Bahagiakah Masyarakat Lampung?

Lenna Nalurita. | Dok

Lenna Nalurita. | Dok

Oleh Lenna Nalurita, ASN BPS Tulangbawang

“Kebahagiaan bisa dicapai dengan tiga hal: 1.  Sabar saat diuji, 2.  Bersyukur saat mendapat nikmat, dan 3.  Bertobat saat berbuat dosa.” (Ibnu Qayyim).

Bahagia merupakan impian semua orang hidup. Semua berharap dalam menjalani kehidupan itu memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi. Pada dasarnya bahagia itu datang dari perasaan/hati terdalam masing masing individu dengan cara apa mereka dapat menciptakan bahagia untuk dirinya.

Terkadang melihat seseoarang tampak bahagia tapi ternyata setelah dilakukan interaksi kepada individu tersebut di luar dugaan, mereka tidak bahagia. Ironis sekali terdengarnya. Tapi itulah kenyataan hidup. Langkah dasar dalam menciptakan bahagia adalah menyayangi diri sendiri.

Indeks Kebahagiaan Lampung

Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS)  merilis data tentang tingkat kebahagiaan yang diukur dari indeks kebahagiaan. Berdasarkan data yang di rilis tersebut indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia dimasa pandemi ini tetap mengalami peningkatan sebesar 0,80 dibandingkan tahun 2017.

Pada tahun 2017, indeks kebahagiaan Indonesia mencapai 70,69 dan tahun 2021 menjadi 71,49. Indeks Kebahagiaan ini yang terbagi menjadi 3 dimensi, yaitu dimensi kepuasan hidup (life satisfaction), dimensi perasaan (affect), dan dimensi makna hidup (eudaimonia).

Dimensi kepuasan hidup mencapai 75,16, selanjutnya dimensi perasaan sebesar 65,61, dan makna hidup sebesar73,12. Dimensi kepuasan hidup mengukur kepuasan penduduk terhadap aspek kehidupan yang esensial, sementara dimensi perasaan dan makna hidup merupakan ukuran terhadap perasaan secara subjektif.

Pada akhirnya tingkat kebahagiaan merupakan gambaran umum tingkat kepuasan penduduk terhadap keseluruhan domain kehidupan manusia yang dianggap esensial.

Bagaimana dengan tingkat kebahagiaan masyarakat Provinsi Lampung yang berjumlah penduduk kurang lebih 9 juta jiwa (hasil SP 2020)?

Berdasarkan data indeks kebahagiaan yang dirilis oleh BPS, Provinsi Lampung menduduki urutan ke-23 dari 34 provinsi yang berada di Indonesia. Hal ini berarti, jika dilihat dari urutan terbawah Provinsi  Lampung termasuk 12 besar terendah indeks kebahagiaan se-Indonesia.

Tidak perlu terlalu sedih karena  angka ini meningkat jauh ke atas sebanyak 7 tingkat jika dibandingkan tahun 2017.  Berdasarkan data tersebut, masyarakat lampung mengalami peningkatan tingkat kebahagiaan lumayan melonjak meskipun survei ini dilakukan di masa pandemi covid-19 yang saat itu sedang berada di puncaknya. Begitu banyak kematian yang diakibatkan covid-19.

Dari indikator yang ada di masing-masing dimensi indeks kebahagiaan, terdapat 9 indikator karakteristik penyusun indeks kebahagiaan.

Menurut wilayah, di Provinsi Lampung  indeks kebahagiaan masyarakat perkotaan lebih bahagia daripada pedesaan, masing-masing sebesar 73,16 dan 70,97. Penduduk berjenis kelamin laki-laki lebih bahagia dari perempuan (71,98 dan 71,25).

Dari status perkawinan, penduduk yang berstatus kawin merupakan penduduk yang paling bahagia dibandingkan penduduk yang belum kawin, cerai hidup maupun cerai mati.

Kelompok umur penduduk 25-40 tahun menjadi  kelompok umur yang paling berbahagia di antara kelompok umur yang lain, sementara penduduk yang berstatus pasangan dari kepala rumah tangga lebih bahagia dari kepala rumah tangga.

Penduduk dengan 3 anggota rumah tangga lebih bahagia dari pada penduduk beranggota rumah tangga 1, 2, 4, 5 orang atau lebih. Dari sisi pendidikan, penduduk yang menyelesaikan pendidikannya di S2 atau S3 paling berbahagia dan pada kelompok pendapatan, rumah tangga dengan pendapatan per bulan di atas Rp7,2 juta merupakan penduduk yang paling berbahagia.

Bahan Kebijakan

Salah satu indikator keberhasilan suatu daerah yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakatnya. Indikator kesejahteraan masyarakat disusun tidak hanya untuk menggambarkan kondisi kemakmuran material (welfare atau well-being), tetapi juga lebih mengarah kepada kondisi kesejahteraan subjektif (subjective well-being) atau kebahagiaan (happiness).

Indikator kebahagiaan merupakan ukuran yang menggambarkan tingkat kesejahteraan karena kebahagiaan merupakan refleksi dari tingkat kesejahteraan yang telah dicapai oleh setiap individu.

Berdasarakan indeks kebahagiaaan yang menggambarkan tingkat kebahagiaan masyarakat Provinsi Lampung, banyak program yang harus dilakukan oleh pemangku kebijakan dan program ini harus didukung penuh masyarakat Lampung untuk membuat tingkat kebahagiaan meningkat dan merata.

Caranya lebih memperhatikan pembangunan secara merata yang dimulai dari perdesaan. Ini dapat berupa membangun mental sumber daya manusia (SDM)  masyarakat yang berada di perdesaan dan pembangunan berupa infrastrukur dari desa yang berupa fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Serta dapat membangun mental generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri untuk menambah penghasilan masyarakat Lampung.  Hal ini semua bertujuan menyukseskan visi provinsi Lampung Rakyat  Lampung Berjaya, aman, berbudaya, maju dan berdaya saing, serta sejahtera. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda