Berita Foto Opini

Selamatkan Primata Indonesia

Selamatkan Primata Indonesia

Primata. | Dok TNBBS

Primata. | Dok TNBBS

Wartalampung.id, Kotaagung –  Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan berbagai potensi alamnya, baik tumbuhan, satwa, hutan, pegunungan maupun pantai. Termasuk salah satunya adalah koleksi primata yang sangat beragam, diantaranya adalah tarsius yang merupakan primata nokturnal terkecil di dunia.

Namun dengan keberagaman primata yang dimiliki, justru menjadikan lahan bisnis bagi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dapat diperkirakan lebih dari 95% primata yang diperdagangkan secara ilegal merupakan hasil tangkapan langsung di alam liar. Dan dapat dipastikan bahwa proses penangkapannya cukup kejam.

Begitupun jenis primata yang hidup di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Setidaknya terdapat 8 jenis primata yang hidup di kawasan ini, yaitu siamang, owa, kera ekor panjang, kukang, tarsius, beruk, lutung, dan ungko.

Berkurangnya kanopi hutan yang rapat akibat perubahan lahan untuk perkebunan, maupun adanya penyakit menjadi ancaman kelestarian primata di TNBBS. Adanya fenemona beruk yang keluar dari dalam kawasan TNBBS dan menginvasi jalan tembus mengancam kelestarian beruk.

Selain itu, keberadaan beruk di jalan Sanggi Bengkunat mengakibatkan adanya perubahan perilaku beruk. Pemberian makanan oleh pengguna jalan ke primata berekor pendek ini menjadikan beruk tidak mencari makan secara alami (hilangnya sifat-sifat liar).

Untuk itu, diimbau kepada seluruh pengendara yang akan melintasi kawasan TNBBS untuk taat dan patuh terhadap aturan yang berlaku, di antaranya tidak melakukan perburuan satwa dan juga memberikan makan satwa di kawasan TNBBS.

Keberadaan primata melengkapi siklus kehidupan ekosistem dari setiap benih pohon yang mereka sebar, dan kehadiran manusia adalah untuk menjaga kelangsungan siklus tersebut agar terus berkelanjutan.

Pada peringatan Hari Primata Nasional setiap tanggal 30 Januari, marilah kita jaga keberadaan primata untuk tetap hidup di alam liar.

Hidup selaras, di mana manusia dan primata dapat saling menjaga alam, satu sama lain memiliki fungsi yang sangat berarti bagi kelestarian alam. [Tri Sugiharti, S. Hut/PEH Madya, dan Susan Saputri/PEH Mahir Balai Besar TNBBS]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda