penandatanganan kerja sama antara Universitas Teknokrat Indonesia dan Badan Bahasa. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek melakukan kerja sama dengan para mitra kerja di antaranya Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Kamis, (20/1) di Emersia Hotel and Resort.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Prof Endang Aminudin Aziz, Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno, Rektor UTI Dr. H Nasrullah Yusuf, SE., MBA., Rektor Universitas Muhammadiyah Kotabumi Dr. Sumarno, dan Kepala Kantor Bahasa Eva Krisna dan disaksikam oleh tamu undangan lainya.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Prof. Endang Aminudin Aziz mengatakan, jika pengimplemetasian isi dari perjanjian tersebut adalah hal utamanya dengan melibatkan perguruan tinggi hingga kepolisian.
“Mudah-mudahan ini bisa segera ditindaklanjuti dan bukan hanya sebatas tanda tangan melainkan juga bergerak untuk mewujudkan visi misi bersama,” katanya.
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno menyatakan, jika dalam perkembangannya saat ini diharapkan bisa bekerja sama dengan baik seperti dalam pemecahan kasus menyangkut UU ITE yang melibatkan ahli bahasa.
“Ini penting untuk mengimplementasikannya, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, yang memudahkan untuk berkomunikasi tapi harus juga dikontrol dalam berbahasa dan berucap,” ujar Hendro.
Sementara itu, Rektor UTI Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. menyebutkan jika di dunia banyak bahasa yang menarik perhatian dunia, utamanya negara besar seperti Cina, Arab, Korea, Inggris yang mendunia. Hal ini bisa terjadi karena banyak faktor di antaranya pendidikan dan perdagangan.
“Seperti Arab, Cina, dan lainya itu karena perdagangan juga pendidikan, untuk faktor pendidikan ini bisa dilakukan Indonesia menarik ke luar negeri. Atau jika ingin menerima mahasiswa asing katakanlah Palestina mereka harus belajar bahasa dahulu agar tidak kesulitan nantinya,” ujar dia.
Selain itu, rektor yang baru saja mendapatkan penghargaan pencipta lagu terbaik dari Forum Rektor Indonesia itu turut menyinggung dosen yang saat ini berkuliah di Irlandia memperkenalkan bahasa Indonesia yang digunakan media masa.
“Mereka tunjukkan artikel hasil tulisan koran di sini kepada dosen-dosen di sana, begini bahasa yang digunakan,” ujarnya.
Selain itu, program literasi digital yang telah lama digunakan Universitas Teknokrat Indonesia bisa menjadi pemikiran baru agar tidak terpaku dengan hal yang baru.
“Perlu digugah bahasa yang baik, Universitas Teknokrat Indonesia sudah melakukan digital literasi dengan cara berbeda penyampaianya.
Kesimpulannya kita menyampaikan bahasa tidak lagi menulis bicara, melainkan mendengar menggunakan digital literasi dari praktiknya harus menjadi pimikiran dan motivasi baru,” tandasnya.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, kampusnya memiliki banyak dosen yang kualifikasi memadai untuk pengembangan bahasa Indonesia. Dan ini selaras dengan nota kesepahaman yang ditandatangani.
Mahathir menjelaskan, Teknokrat juga peduli pada pengembangan bahasa Indonesia. Bahkan, mahasiswi Teknokrat yang sedang menjalani kuliah di University of Central Missouri, Vina Qurrota Akyuningrum, adalah Duta Bahasa. Ini membuktikan Teknokrat memang berperan aktif dalam pengembangan bahasa Indonesia di tingkat nasional. []
