Berita Foto Nusantara

Mitra Bentala Gelar Lokakarya Potensi Laut Lampung demi Perikanan Berjaya

Mitra Bentala Gelar Lokakarya Potensi Laut Lampung demi Perikanan Berjaya

Rizani Ahmad. | Sugiono

Rizani Ahmad. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat potensial, terutama di wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil.

Untuk diketahui, hampir tiga per empat bagian wilayah Lampung dikeliling oleh perairan yaitu Samudera Indonesia, Teluk Semaka, Teluk Lampung dan Laut Jawa.

Banyak potensi yang terdapat di dalamnya seperti ikan, udang, cumi-cumi, rajungan dan sebagainya; penghasil energi dan juga bahan tambang; jalur perhubungan, pariwisata; dan sumber daya alam lainnya seperti mangrove, dan terumbu karang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Mitra Bentala Rizani Ahmad saat membuka lokakarya pengelolaan potensi laut Lampung di Hotel Horison, Jumat, 10/12/2021.

Untuk komoditas perikanan, lanjut Rizani, Lampung tercatat memiliki perimadona perikanan yang sangat unggul yaitu udang yang dihasilkan oleh tambak intensif, semi ntensif dan juga tambak mandiri/rakyat.

Pada perikanan tangkap terdapat ikan, cumi dan juga rajungan. Untuk periode Januari-Mei 2021, nilai ekspor mencapai Rp1,7 trilyun yang dihasilkan dari udang mencapai Rp. 811 milyar dan rajungan rajungan Rp173 miliar.

Rizani berkata, itu tentu menjadi kabar baik atas pencapaian ini. Sebab, di masa pandemi, Lampung masih mampu menjaga produksi perikanan dengan stabil.

Ia menambahkan, kabar ini menjadi gambaran betapa potensial dan baiknya produksi perikanan Lampung dalam konteks perikanan budidaya.

Namun untuk perikanan tangkap, masih menjadi diskursus yang harus ditelaah dan buktikan, seberapa besar potensi yang dimiliki, bagaimana kondisinya saat ini, bagaimana strategi pengembangan dan peningkatan hasil pada sektor perikanan tangkap yang langsung bersinggungan dengan nelayan kebanyakan.

Periode tahun tahun 2019-2020 produksi menurun dan nelayan sulit untuk mendapatkan ikan, utamanya rajungan.

Saat ini masih ditemukan dan menjadi ancaman serius bagi nelayan dengan pola penagkapan yang tidak ramah lingkungan dengan penggunaan alat tangkap yang sebetulnya sudah dilarang, jalur tangkap yang belum sepuhnya dipatuhi, juga perlindungan terhadap habitat hidup ikan dan rajungan yang perlu dikelola.

Rizani menuturkan, jika dibiarkan akan berdampak pada menurunnya penghasilan nelayan dan pada akhirnya kesejahteraan tidak dapat diperoleh atau bekerja sebagai nelayan tidak menjamin nelayan sejahtera.

Tentu sangat miris mengingat kita sebagai negara bahari/maritim.

“Workshop ini diharapkan dapat menjadi refleksi kita bersama untuk melihat peluang dan tantangan dalam pengelolaan laut (perikanan), membuat rumusan apa seharusnya yang dilakukan dan yang terpenting adalah perikanan Lampung lebih baik dan memperoleh kejayaan, sebagaimana program permerintah Lampung Berjaya,” kata dia. [Sugiono]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda