Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA memaparkan inovasi teknologi yang selama ini ia kembangkan di kampus.
Kreativitas dan inovasi yang ia lakukan bersama manajemen kampus dipercaya mampu mengantarkan Teknokrat menjadi kampus swasta yang disegani bahkan terbaik di Sumatera dari seribuan perguruan tinggi di seluruh pulau ini.
Hal itu dikemukakan Nasrullah saat didaulat menjadi narasumber lokakarya fasilitasi dan evaluasi riset yang diadakan Pemerintah Provinsi Lampung hari ini di Hotel Emersia.
Acara dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang diwakili Sekda Fahrizal Darminto.
Nasrullah mengatakan, kreativitas dan inovasi adalah sebuah keniscayaan.
Oleh sebab itu, setiap pribadi, organisasi, dunia usaha, dan entitas apa saja wajib untuk selalu memperbarui cara berpikir dan jenis inovasi yang dihasilkan.
Inovasi teknologi, ujar Nasrullah, adalah berbentuk sesuatu yang baru atau merupakan perbaikan penting berupa produk, proses, maupun pelayanan.
Sedangkan hasil inovasi teknologi muncul dengan beberapa bentuk seperti penemuan, desain, data baru, atau pengetahuan baru.
Dalam konteks inovasi, ujar Nasrullah, harus ada perbaikan yang dilakukan.
Misalnya, ujarnya, menciptakan ekosistem riset yang baik di Indonesia. Kemudian riset harus menjadi arus utama untuk memecahkan masalah.
Yang selanjutnya, meningkatkan SDM yang berkualitas, menghilangkan ego sektoral antara peneliti, lembaga, dan perguruan tinggi.
Kemudian, perlu ada dana abadi penelitian. Nasrullah meyakini, hal-hal perbaikan itu akan menghasilkan inovasi yang berfaedah untuk semua.
Dalam pemaparannya, Nasrullah juga memaparkan beberapa masalah dalam mengembangkan inovasi teknologi.
Beberapa poin itu adalah sumber daya manusia, fasilitas, pembiayaan, memasarkan inovasi sesuai kebutuhan permintaan, dan tindak lanjut inovasi.
Kampus, kata dia, sering menciptakan penemuan baru. Namun, karena tidak ada dukungan multipihak, hanya sebatas prototipe saja.
Misalnya kendaraan listrik, robot, dan sebagainya. Inovasi semacam ini, kata Nasrullah, semestinya tidak berhenti.
Ia mesti dikembangkan lebih invasi yang lebih lanjut. Dan dalam konteks ini, dibutuhkan peran serta lembaga lain.
Nasrullah juga mengemukakan keunggulan inovasi teknologi Univeristas Teknokrat Indonesia selama ini. Misalnya, rekayasa sistem web dan aplikasi mobile.
Kemudian mobil listrik dan solar panel. Lainnya, robot, internet of things, dan lainnya.
Kemudian, business intelligence dan bio informatika.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menambahkan, pihaknya berterima kasih pada pemda yang mempercayakan Teknokrat sebagai narasumber lokakarya riset.
Mahathir mengatakan, selama ini pihaknya memang serius di bidang ini. Dengan riset yang baik, kebutuhan pasar bisa diketahui dengan detail.
Sebab itu, dalam dunia bisnis pendidikan, Teknokrat bisa memetakan peluang yang ada.
Itulah sebabnya, meski dalam masa pandemi, jumlah mahasiswa Teknokrat bertambah.Tren ini, kata Mahathir selalu terjadi setiap tahun.
Ia meyakini, kemauan kuat kampus dalam melakukan riset dan inovasi akan mendatangkan banyak keuntungan.Termasuk memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat. []
