Berita Foto Hiburan

Pulau Kubur Dulu Ditakuti, Ganti Baju Jadi Pulau Permata Kini Banyak Dikunjungi

Pulau Kubur Dulu Ditakuti, Ganti Baju Jadi Pulau Permata Kini Banyak Dikunjungi

Pulau Permata. | Kurniati

Pulau Permata. | Kurniati

Wartalampung.id, Bandar lampung – Pulau memang menjadi salah destinasi wisata favorit untuk dikunjungi. Namun kebanyakan destinasi wisata ini berada jauh dari perkotaan.

Sebuah wisata pulau mungil yang menawan ternyata ada di dekat pusat Kota Bandar Lampung yaitu Pulau Permata.

Lokasi Pulau Permata berada di selatan pusat Kota Bandar Lampung, yang dapat diakses melalui TPI Lempasing.

Memang belum banyak orang yang belum mengetahui keberadaan pulau kecil ini .

Karsono, penjaga Pulau Permata mengatakan, dahulu Pulau Permata ini bernama Pulau Kubur. Saat ditemui wartalampung.id, Rabu, 29/09/2021, ia mengatakan nama Pulau Kubur membuat siapa pun yang mendengar namanya takut untuk mengunjunginya.

Menurut mitos masyarakat sekitar pulau itu diberi nama kubur dikarenakan terdapat 2 makam yang tidak tahu asal usulnya di dalam pulau tersebut.

“Satu di atas bukit pulau dan satu di lagi di dekat bibir pantai,” kata Karsono.

Meski demikian, kata Karsono, kini pengunjung tidak perlu lagi takut dan khawatir untuk mengunjungi pulau ini. Pasalnya, sejak 4 tahun lalu Pulau Kubur ini berubah nama menjadi Pulau Permata.

Pulau ini juga dikelola oleh warga sekitar dengan membangun banyak spot foto di beberapa lokasi. Seperti spot ayunan, dermaga, dan banyak lainnya.

Pengunjung bisa menikmati debur ombak dan angin pantai sambil duduk di atas ayunan yang menghadap Kota Bandar Lampung.

Hal itu menjadi pemandangan yang jarang ditemukan pada pantai-pantai lain.

Untuk harga tiket masuk ke Pulau Permata pengunjung akan dikenakan biaya Rp10 ribu saja.

Sementara untuk kapal penyeberangan dari TPI Lempasing dikenai harga Rp20 ribu untuk pulang-pergi.

Sekarang kita tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menikmati kejernihan air laut serta keelokan subuah pulau. Yuk ke Pulau Kubur, eh Pulau Permata.[Kurniati, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda