Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Berbekal Mesin Jahit Manual, Eliyati Tetap Semangat Jemput Rezeki

Berbekal Mesin Jahit Manual, Eliyati Tetap Semangat Jemput Rezeki

Eliyati. | Dokumentasi

Eliyati. | Fadilla Qamilia

Wartalampung.id, Bandar Lampung –  Berprofesi sebagai penjahit, Eliyati biasa disapa Wak Eli, tetap bekerja di tengah usianya yang menginjak 56 tahun.

Mengontrak di bantaran Sungai Balau Kotakarang, Telukbetung Timur, Eliyati harus mencari nafkah seorang diri setelah suaminya meninggal dunia.

Mulai berprofesi sebagai penjahit sejak 2005, Eliyati kerap menerima pelanggan yang ingin merombak pakaian berbekal mesin jahit manual.

“Biasanya terima orang yang ingin mengecilkan baju atau motong baju. Kalau untuk buat baju gitu jarang,” ujar Eliyati di kediamannya, Jumat, 10/9/2021.

Eliyati berkata, yang ingin menjahit selalu ada setiap harinya tetapi pendapatannya tidak tentu.

“Dalam sehari kalau pelanggan ambil bajunya ya dapat Rp10 ribu-Rp35 ribu. Kalau belum ada yang ambil baju, ya belum dapat duitnya. Dalam sehari paling satu orang yang ambil baju,” tutur Eliyati.

Di tengah usianya yang sudah kepala lima, Eliyati mengontrak di kontrakan yang berukuran 4 x 9 meter dan mempunyai 2 anak perempuan yang sudah menikah.

“Saya inggal sendiri. Kadang anak dengan suaminya menginap di sini menemani saya,” ujar Eliyati.

Eliyati mengatakan, ia menerima bantuan dari pemerintah berupa bantuan nontunai. [Fadilla Qamilia, Mahasiswi Komunikasi FISIP UBL]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda