Berita Foto Nusantara

Lana Kaamilatul Vida, Mahasiswi STAN Hafidz Quran

Lana Kaamilatul Vida, Mahasiswi STAN Hafidz Quran

Lana Kaamilatul Vida. | Dokumentasi

Lana Kaamilatul Vida. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Semarang – Lana Kaamilatul Vida kini berusia 22 tahun. Perempuan asal Kalisidi, Ungaran Barat, Semarang, ini sedang menunggu wisuda dari Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN.

Ia lolos masuk PKN STAN tahun 2018. Lana memang sudah merencanakan dari kelas Xll untuk bersiap masuk STAN. Ia sebelumnya sempat ingin kuliah di bidang kedokteran.

Itu lantaran ia kurang menyukai biologi dan kimia. Di kelas X SMA ia memang mengambil Jurusan IPA.

“Belajar biologi dan kimia untuk prioritas mengerjakan soal ujian nasional (UN) waktu itu,” kata dia, Sabtu, 29/8/2021.

Lana terbilang mahasiswi yang istimewa. Selain fokus pada studi, ia juga seorang penghafal Alquran. ia ingin khatam hafalan setelah tamat sekolah. Tetapi mewujudkan itu memang tidak mudah. Sebelum tamat sekolah menengah, ia memang sudah lumayan banyak hafalan Alquran-nya.

Lana mengatakan, pada 27Juli 2018 ia lolos ujian seleksi PKN STAN. Tetapi ia mengaku ada yang mengganjal karena hafalannya belum selesai. Kemudian ia memutuskan setiap liburan semester untuk selalu setoran kepada kainya di Pesantren Addainurriyah, Semarang.

Tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen ia nilai lumayan berat. Hal itu sedikit banyak membuatnya sulit manajemen waktu antara menghafal dan menyelesaikan studi secepat mungkin.

Syukurnya, pada 3 Agustus 2021 lalu, ia mampu mengkhatamkan hafalan sehingga genap 30 juz.

Kini, tugasnya tinggal satu: menyelesaikan kuliah.

“Bulan Oktober 2021 insya Allah bisa wisuda,” lanjutnya.

“Kadang terasa capek ingin sekadar istirahat, nonton film, dan jalan-jalan. Tapi ingat terlalu dini untuk menyerah apalagi sudah memulainya, maka harus konsisten dan membagi waktu,” ujarnya.

Ia bersyukur banyak dukungan dari keluarga dan lingkungan yang membuatnya semangat. Kata Lana, setiap orang pasti mempunyai strategi agar tetap bangkit dan harus mengenali diri dan mempunyai tujuan hidup agar bermanfaat.

“Kalau aku termasuk yang mempunyai target dan harus seimbang antara dunia dan akhirat,” kata dia. [Amalia Nur Hidayah, Jurnalis LPM Bangkit Universitas Sultan Agung Semarang]

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda