Korban pengeroyokan. | Dok

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tiga kader HMI Komisariat Teknik Unila menjadi korban pengeroyokan. Hal itu diawali saat terjadi keributan perihal konferensi HMI Cabang Bandar Lampung (8/10) dini hari sekira pukul 00.30 yang dihadiri oleh anggota HMI semua komisariat di Bandar Lampung.
Informasi yang dihimpun menyatakan, saat itu terjadi pemukulan terhadap seorang HMI Komisariat Teknik yaitu Teguh Imam Perdana (23).
Beberapa kader HMI Komisariat Teknik Unila berinisiatif melakukan mediasi bersama dengan anggota yang melakukan pemukulan di lokasi Konfercab HMI.
Alih-alih melakukan mediasi, justru mereka mendapatkan pengeroyokan hingga beberapa kader HMI Teknik Unila luka-luka.
Besma dan Rian, saksi mata, dalam rilis yang dikirim, menyatakan peristiwa pengeroyokan berlangsung cepat dan tiba-tiba.
Sesaat sedang melakukan mediasi bersama Sekum HMI Komisariat Hukum dan anggotanya, tiba tiba masuk rombongan oknum yang memulai pemukulan dan pengeroyokan.
Kemudian, kata mereka, tidak lama berselang datang juga rombongan lain turut serta melakukan pemukulan serta mematikan lampu di Sekretariat HMI Komisariat Hukum.
“Itu sekitar pukul 02.00,” ujar Besma.
Akibat pengeroyokan tersebut, tiga anggota HMI Komisariat Teknik Unila mengalami luka-luka cukup berat karena diduga dipukul dengan benda tajam.
Tiga kader tersebut yaitu Indra Pramanca (21) mengalami pecah di bagian pelipis serta badan memar. Kemudian Besma Rasyid Alfurqon (23) mengalami pecah di dahi dan badan memar. Terakhir Doni Juliawan (21) mengalami lebam di mata.
Saat kejadian korban diamankan warga sekitar kemudian ketiga korban dirawat dan ditangani di salah satu rumah sakit di Bandar Lampung.
Korban sudah melakukan laporan ke pihak kepolisian dan berharap dapat bertindak segera untuk menangkap pelaku pengeroyokan. []
