Yunita Kumala Sari
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Yunita Kumala Sari @yunitakmlsari percaya bahwa peran kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mengenalkannya dengan cara yang inspiratif.
Melalui ajang peagent, mahasiswi Program Studi Bimbingan Konseling FKIP Universitas Lampung (Unila) itu ingin menjadi agen perubahan bagi generasi muda. Ia juga ingin memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya Lampung agar warisan ini terus hidup.
”Lamen mak kham sapou lagei, lamen mak tanou kapan lagei,” kata dara cantik ini dalam bahasa Lampung kepada wartalampuing.id hari ini lewat pesan tertulis.
Yunita adalah muli Lampung yang berasal dari Kabupaten Tulangbawang Barat. Tepatnya di Kecamatan Gunung Terang yang kata dia boleh jadi kurang dikenal orang karena lumayan jauh dari pusat kota.
Kepada wartalampung.id, Yunita berujar, hidup di dalam keluarga dan lingkungan suku Lampung membuat ia mengenal dan mengetahui betapa indahnya adat istiadat dan kebudayaan suku itu khususnya dari Tulangbawang Barat.
Ia bercerita, tahun lalu, 2024, ia mengikuti kompetisi pemilihan Muli-Mekhanai (Mulei-Mekhanai) Tulangbawang Barat.
Itu adalah ajang pageant pertama yang ia ikuti. Ia ingin ingin mengenalkan keindahan yang ada di Tulangbawang Barat. Kerja kerasnya di ajang itu menghantarkan dirinya menjadi RU 2nd Mulei Tubaba 2024.
Di ajang lain, ia juga terpilih sebagai Puteri Alnay Of the year 2024.
Yunita meyakini, dari manapun asal, jejak yang kita tinggalkan akan selalu bermakna.
Jadilah pribadi yang membawa perubahan positif. Bukan hanya untuk dirimu sendiri, melainkan juga untuk lingkungan sekitarmu.
”Karena kebaikan kecil yang kau mulai dapat menjadi awal dari perubahan besar,” tuturnya.
Yunita sering ditugaskan untuk menjadi juri dalam kompetisi model cilik. Ia juga menghadiri acara pemilihan Duta Pelajar Nusantara Lampung 2024.
Dengan menggunakan baju dari Alnay.id yang bernuansa budaya Lampung, ia sekaligus mengenalkan keindahan kain Lampung dengan sentuhan gaya modern.
Aktif dalam modeling membuat Yunita mendapat banyak dampak positif.
”Yang akan selalu saya terapkan di kehidupan sehari-hari, yaitu 3B: beauty, brain, dan behavior. Memiliki inner beauty juga sangatlah penting,” lajjutnya.
Dengan aktif di pageant, relasinya semakin luas dan tentunya mengenal orang-orang hebat yang juga memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mengenalkan dan membawa budaya Lampung ke kancah internasional.
Ia berujar pernah punya pengalaman yang sangat berharga dan menarik selama aktif dalam modeling. Kal itu Yunita menjadi juri pada kompetisi model fashion show yang pesertanya yaitu anak-anak difabel.
”Saya merasakan semangat dari mereka untuk tampil di depan banyak orang dan saya melihat kepercayaan diri dan senyuman yang tampak bahagia. Yang membuat saya memaknai bahwa keterbatasan yang kita miliki bukan menjadi penghambat kita untuk terus berprogres.”
Kedua orang tua Yunita juga sangat mendukung setiap hal yang ia lakukan selagi hal itu positif.
Sebagai orang yang aktif di pageant, tentu ia punya tips dalam merawat kecantikan. Kata Yunita, ia dengan merawat kulit dengan skincare minimalis seperti facial wash, moisturizer, suncreen.
Adapun produk yang ia gunakan antara lain facial wash dari Poise, moisturizer Aloe Vera, dan sunscreen dari The Originote.
Sebagai mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023, ia sering dipercaya menjadi master of ceremony (MC) dalam acara seminar nasional, ICCN Summit 2024, lokakarya, dies natalis prodi, dan review kurikulum prodi.
Yunita juga pernah menjadi liaison officer pada acara ICCN Summit tahun 2024.
Di kampus, ia juga aktif dalam Radio Universitas Lampung sebagai audio producer yang menjabat di Divisi Engineering Bagian Audio Production periode 2025 dan Formabika di tingkat Prodi BK FKIP Inila.
Meski sibuk dengan seabrek kegiatan, nilai akademik Yunita memuaskan. Di kampus ia bertemu dengan berbagai orang dari latar belakang suku yang berbeda.
”Itu membuat saya tahu setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing.”
Sejauh ini ia enjoy dalam kuliah. Dosen, teman, dan senior menjadi pengisi lingkungan yang nyaman dan kondusif untuk mendapatkan ilmu.
”Pengalaman adalah bagian dari proses pembelajaran yang berharga,” kata dia.
Mengutip Carl Rogers, ”Pengalaman adalah guru terbaik bagi diri sendiri”.
Kata Yunita, dengan menghargai setiap proses yang telah dilalui, kita tidak hanya belajar memahami diri, tetapi juga mempersiapkan diri untuk membantu orang lain menemukan potensi terbaik mereka.
Sukses selalu ya, Yunita. [@adiansaputra27]
Biodata
Nama : Yunita Kumala Sari
Kelahiran : Margajaya, 20 Desember 2005
Status : Sulung tiga bersaudara
Ayah : Suyono
Ibu : Herawati
Suku bangsa : Jawa-Lampung
Domisili : Kecamatan Gunung Terang, Tulangbawang Barat
SMA : SMA Negeri 1 Gunung Terang
Kampus : Bimbingan Konseling FKIP Unila
Tinggi : 165 cm
Berat : 55 kg

Tinggalkan Komentar Anda