Tri Oktaviani. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Tri Oktaviani sudah mulai berusaha sendiri meski skala kecil dari tahun 2020. Kegiatan itu ia mulai usai lulus dari SMK SMTI Bandar Lampung.
Kini, di usianya yang 23 tahun, usaha rintisannya terus berjalan. Ia juga mengambil kuliah di Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Terbuka dan kini memasuki semester akhir.
Via, demikian sapaan akrabnya, punya alasan kuat kenapa memilih usaha dekorasi, buket, penyewaan papan bunga. Kepada wartalampung.id, ia bercerita, awalnya ia ingin membantu teman-temannya yang mempunyai kegiatan tapi bujet minim.
Banyak orang membutuhkan dekorasi kala hajatan tapi dengan dana yang pas-pasan. Demikian juga di kampus, banyak yang ingin memberikan papan bunga dan buket kepada temannya saat seminar proposal (sempro) bahkan seminar hasil (semhas) untuk menjadi wisudawan.
Papan bungan dibutuhkan sebagai wujud cinta dan kasih sayang kepada mereka yang sukses dalam bidang tertentu. Ucapan selamat kini banyak dikonversi dengan papan bunga mini dan buket. Tentu dengan harga yang terjangkau.
Dari sinilah Via merancang bisnisnya agar bisa diminati banyak orang. Keuntungan tetap masuk, bujet yang dibanderol sesuai dengan kantong masyarakat awam.
Via melihat bisnis ini menjanjikan. Sebab, alat dan perlengkapan yang ia miliki bisa dipakai berkali-kali.
Kegiatan wisuda, seminar proposal, seminar hasil, dan bentuk hajatan lain pasti selalu ada. Maka itu, ia optimistis bisnis yang ia kerjakan sejak empat tahun lalu masih relevan sampai dengan sekarang.
Via juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia meyakini betul generasi milenial dan gen Z sangat akrab dengan media sosial ini.
Untuk itulah ia rajin membuat unggahan tentang usahanya ini. Menurut Via, media sosial bukan lagi sekadar tempat untuk berinteraksi dengan teman dan keluarga. Media sosial, kata dia, menjadi platform yang paling efektif untuk bisnis.
Termasuk memperkenalkan bisnis yang ia aku jalani. Ia juga berusaha membangun hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan penjualan.
Media sosial juga, lanjut pemilik akun Instagram @triioktavia04 ini, membantu meningkatkan penjualan bisnis, mulai dari dekorasi, buket, dan papan bunga.
“Media sosial juga memungkinkan aku untuk menargetkan audiens yang tepat dan menawarkan produk langsung kepada pelanggan. Dari media sosial itu bisa untuk buat konten yang menarik tentang produk atau layanan yang baik dan mengarahkan pelanggan ke situs atau toko daring (online) untuk melakukan pembelian,” kata anak ketiga dari empat bersaudara ini.
Sejauh ini, tantangan yang ia jalani lumayan banyak. Mulai dari dekorasi milik orang lain yang dinilai lebih bagus, lokasi yang belum strategis, pelanggan yang sulit dimengerti, dan lainnya.
Meskipun demikian, Via tidak menyerah. Ia berkomitmen untuk menyajikan berbagai pilihan dekorasi rumahan yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga berkelanjutan.
Ia juga memungkinkan untuk menawarkan koleksi yang lebih luas dan inovatif kepada pelanggan. Hal itu menjadi tantangan atau pekerjaan rumah tersendiri buat Via ke depannya.
Modalnya Uang Jajan
Via mengatakan, ia menjalakan bisnis ini dimulai dari modal awal Rp500 ribu. Itu ia sisihkan dari uang jajannya.
Usai lulus SMK SMTI Bandar Lampung, ia mendapat pekerjaan yang gajinya lumayan. Dari situ modalnya bertambah.
“Usai lulus SMK SMTI Bandar Lampung, aku diterima kerja di PT Hokkan Deltapack sebagai quality control (QC),” kata dia.
Untuk bahan baku bisnisnya, Via mencicilnya, tidak membeli lengkap sekaligus. Ia melakukan itu karena ingin bahan yang ada tidak membebani usahanya.
“Usai dapat pekerjaan, aku sisihkan buat nyicil bahan-bahan yang kurang dan menambah yang lebih bagus,” katanya.
Sejauh ini Via memiliki tiga orang karyawan. Ia juga ikut terjun langsung jika ada pekerjaan dari klien. Sejauh ini tenaga kerjanya memang sifatnya paruh waktu, hanya jika ada job masuk saja.
Via menuturkan, menjalani bisnis ini ia belajar sendiri dari YouTube dan sumber lain. Ia mengaku tidak pernah kursus khusus untuk bisa mendesain bisni dalam bidang dekorasi, papan bunga, dan buket ini.
“Aku mengembangkan sendiri dari tontonan yang ada di media sosial, misalnya YouTube, TikTok, Pinterest, dan lainnya. Aku juga berusaha mulai menggulik untuk bahan dan kreasi yang lebih baik demi kualitas usahaku supaya semakin baik dan berkembang,” lanjut gadis canti kelahiran Bandar Lampung, 4 Oktober 2000 ini.
Selain bisnis ini, Via juga acap menjadi kreator konten untuk produk yang ia promosikan. Dari situ ia juga mendapat penghasilan lumayan. Bisnis utama jalan, endorse-an juga jalan.
“Aku juga makin rajin bikin konten. Belajar editing dan coba dengan pakai alat seadanya. Untuk produk aku beli sendri sampai tiba-tiba banyak yang FYP dan dari situ banyak brand nawarin kerja sama,” tutupnya.
Via juga mengakui, dukungan ayah, ibun, dan kakak-kakaknya sangat besar pengaruhnya. Doa mereka, kata dia, membuatnya masih bertahan dan meniti kesuksesan sampai dengan sekarang.
Wabilkhusus bapaknya Via yang punya usaha panglong kayu. Dengan begitu, bahan yang ia perlukan untuk bisnis dekorasi, buket, dan papan bunga ini banyak dibantu juga oleh ayahnya itu.
Semoga semuanya lancar dan berkah ya, Via. []
Editor: @adiansaputra27

Tinggalkan Komentar Anda