Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung menyerahkan zakat mal kepada sejumlah panti asuhan di Bandar Lampung, Senin, 9 Maret 2026.
Salah satunya di Panti Asuhan Al Husna pimpinan Sueb Rizal.
Rombongan Teknokrat dipimpin Ketua Yayasan Dewi Sukmasari, S.E., M.S.A., CA., Akt.
Adapun total zakat mal yang diserahkan berupa beras sebanyak 1.575 kg, telur sebanyak 90 karpet, dan mi instan sebanyak 90 dus.
Mewakili Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA, Dewi mengucapkan syukur pihaknya setiap tahun bisa menyerahkan zakat mal kepada sejumlah panti di Bandar Lampung.
Penyerahan ini sudah dilakukan sejak pekan lalu ke beberapa panti. Dewi berharap bahan pokok yang diserahkan ini bisa membantu penghuni panti.
Ia juga memohon doa dari anak-anak dan pihak pengelola panti agar mendoakan Teknokrat semoga tetap eksis dan makin memberikan manfaat kepada sesama.
Pengelola panti memberikan apresiasi kepada Teknokrat yang setiap tahun memberikan bantuan buat anak-anak. Pihak panti juga mendoakan agar Teknokrat selalu eksis dan makin besar serta berkembang menjadi kampus terbaik di Lampung dan level ASEAN.
Mereka juga mendoakan agar mahasiswa dan dosen Teknokrat bisa selalu berprestasi membanggakan nama Lampung dan Indonesia.
”Semoga zakat mal yang disalurkan akan membawa berkah kususnya untuk keluarga besar Rektor, Pembina Yayasan, dan Universitas Teknokrat Indonesia, dan umumnya untuk kita semua dan anak-anak panti asuhan,” ujar Dewi.
akti sosial merupakan bentuk implementasi nyata dari prinsip “Leave No One Behind” yang menjadi pilar utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berperan sebagai katalisator dalam mencapai berbagai target global melalui aksi kemanusiaan langsung.
Berikut adalah kaitan utama antara bakti sosial dengan poin-poin SDGs:
Pengentasan Kemiskinan dan Kelaparan (SDGs 1 & 2)
Bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako, bantuan modal UMKM, atau santunan anak yatim berkontribusi langsung pada target Tanpa Kemiskinan dan Tanpa Kelaparan. Aksi ini membantu masyarakat rentan memenuhi kebutuhan dasar mereka secara mendesak.
Kesehatan dan Kesejahteraan (SDGs 3)
Kegiatan seperti pengobatan gratis, khitanan massal, atau penyuluhan kesehatan membantu meningkatkan Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Contoh konkretnya adalah program bantuan kesehatan yang dilakukan oleh sektor swasta (CSR) untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar mereka.
Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)
Bakti sosial dalam bidang pendidikan, seperti donasi buku, renovasi sekolah, atau pengajaran sukarela, mendukung tercapainya Pendidikan Berkualitas. Hal ini membantu memperkecil kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil atau kurang mampu.
Air Bersih dan Sanitasi (SDGs 6)
Penyediaan infrastruktur seperti pembuatan sumur bor, instalasi filtrasi air sederhana, atau edukasi pengelolaan air bersih dalam acara bakti sosial secara langsung mendukung target Air Bersih dan Sanitasi Layak.
Kemitraan dan Gotong Royong (SDGs 17)
Bakti sosial mencerminkan semangat Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan ini sering kali melibatkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi nonpemerintah (seperti Pramuka), dan sektor swasta melalui program CSR.
Ringkasan Kontribusi Bakti Sosial terhadap Pilar SDGs:
Pilar Pembangunan Sosial: Melalui bantuan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
Pilar Pembangunan Ekonomi: Melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat atau bantuan modal.
Pilar Pembangunan Lingkungan: Melalui aksi penanaman pohon atau pembersihan lingkungan (bakti lingkungan). []

Tinggalkan Komentar Anda