Wartalampung.id, Bandar Lampung – Keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, pimpinan Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA, menyalurkan zakat mal kepada sejumlah panti asuhan, Rabu, 4/3/2026.
Adapun yang diberikan kepada penghuni panti adalah beras sebanyak 1,4 ton, telur sebanyak 80 karpet, dan mi instan sebanyak 80 dus.
Salah satu penerima adalah Panti Asuhan Mustika Lampung.
Ketua Yayasan Teknokrat Dewi Sukmasari SE MSA CA Ak memimpin rombongan Teknokrat.
Ikut serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum Dr Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom, M.Eng, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Dr Dedi Darwis, sejumlah dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.
Dewi Sukmasari mewakili Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA berharap semoga zakat mal yang disalurkan akan membawa keberkahan untuk keluarga besar Universitas Teknokrat Indonesia.
Pihak panti menyambut baik penyerahan zakat mal dari Teknokrat ini. Anak-anak panti bergembira dan berterima kasih karena setiap tahun Teknokrat menyalurkan bantuan.
Mereka berharap Teknokrat semakin berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Anak-anak juga mendoakan agar Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA dan Pembina Yayasan Hj Hernaini SS M.Pd diberikan kesehatan dan keberkahan. Mereka mendoakan agar Teknokrat semakin besar dan berkembang.
Bakti sosial merupakan bentuk implementasi nyata dari prinsip “Leave No One Behind” yang menjadi pilar utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berperan sebagai katalisator dalam mencapai berbagai target global melalui aksi kemanusiaan langsung.
Berikut adalah kaitan utama antara bakti sosial dengan poin-poin SDGs:
- Pengentasan Kemiskinan dan Kelaparan (SDGs 1 & 2)
Bakti sosial dalam bentuk pembagian sembako, bantuan modal UMKM, atau santunan anak yatim berkontribusi langsung pada target Tanpa Kemiskinan dan Tanpa Kelaparan. Aksi ini membantu masyarakat rentan memenuhi kebutuhan dasar mereka secara mendesak.
- Kesehatan dan Kesejahteraan (SDGs 3)
Kegiatan seperti pengobatan gratis, khitanan massal, atau penyuluhan kesehatan membantu meningkatkan Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Contoh konkretnya adalah program bantuan kesehatan yang dilakukan oleh sektor swasta (CSR) untuk menjamin kesejahteraan masyarakat di sekitar mereka.
- Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)
Bakti sosial dalam bidang pendidikan, seperti donasi buku, renovasi sekolah, atau pengajaran sukarela, mendukung tercapainya Pendidikan Berkualitas. Hal ini membantu memperkecil kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil atau kurang mampu.
- Air Bersih dan Sanitasi (SDGs 6)
Penyediaan infrastruktur seperti pembuatan sumur bor, instalasi filtrasi air sederhana, atau edukasi pengelolaan air bersih dalam acara bakti sosial secara langsung mendukung target Air Bersih dan Sanitasi Layak.
- Kemitraan dan Gotong Royong (SDGs 17)
Bakti sosial mencerminkan semangat Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kegiatan ini sering kali melibatkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah (seperti Pramuka atau Filantropi), dan sektor swasta melalui program CSR.
Ringkasan Kontribusi Bakti Sosial terhadap Pilar SDGs:
Pilar Pembangunan Sosial: Melalui bantuan kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.
Pilar Pembangunan Ekonomi: Melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat atau bantuan modal.
Pilar Pembangunan Lingkungan: Melalui aksi penanaman pohon atau pembersihan lingkungan (bakti lingkungan). []

Tinggalkan Komentar Anda