Bandar Lampung

Unila dan SMPN 30 Bandar Lampung Berdayakan Pelajar untuk Cegah Osteopenia Sejak Dini

Unila dan SMPN 30 Bandar Lampung Berdayakan Pelajar untuk Cegah Osteopenia Sejak Dini

Unila dan SMPN 30 Bandar Lampung Berdayakan Pelajar untuk Cegah Osteopenia Sejak Dini

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Lampung berkolaborasi denganb Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 30 Bandar Lampung mengadakan program pemberdayaan yang inovatif untuk mencegah osteopenia di kalangan pelajar.

Program ini diikuti oleh 30 siswa-siswi pilihan dari kelas VII hingga IX atas prakarsa Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unggul Universitas Lampung yang diketuai oleh DR. dr. Ta Larasati.

Kepala SMPN 30 Bandar Lampung, Bapak Azam Salimi, S. Ag, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah proaktif sekolah untuk membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan tulang.

“Banyak siswa yang kurang menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari seperti kurang berolahraga dan pola makan yang tidak sehat bisa berdampak buruk pada tulang di masa depan. Dengan program ini, kami berharap para siswa bisa menjadi pelopor yang menginspirasi teman-teman sebaya,” kata Bapak Azam.

Berikut tips dari dr. Ta Larasati untuk mencegah osteopenia:

  1. Cukupi Asupan Kalsium dan Vitamin D: Pastikan mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti produk susu, sayuran hijau, dan ikan. Jangan lupakan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Anda bisa mendapatkannya dari paparan sinar matahari pagi atau suplemen jika diperlukan.
  2. Rutin Berolahraga: Lakukan olahraga beban (weight-bearing exercise) seperti berjalan kaki, lari, atau angkat beban ringan. Aktivitas ini dapat membantu memperkuat tulang.
  3. Hindari Merokok dan Batasi Alkohol: Kedua kebiasaan ini dapat mengganggu pembentukan tulang dan mempercepat pengeroposan.
  4. Jalan kaki atau lari pagi: Jika Anda memiliki faktor risiko, konsultasikan dengan dokter untuk menjalani tes kepadatan tulang (bone densitometry) secara berkala.

“Jangan menunggu sampai tulang Anda keropos. Mulailah menjaga kesehatan tulang sejak dini. Dengan gaya hidup yang tepat, osteopenia bisa diperbaiki dan risiko osteoporosis bisa diminimalisir,” pungkas dr. Laras.

Program ini diharapkan dapat menciptakan gelombang kesadaran di kalangan remaja.

Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat, para pelajar ini bukan hanya menjaga kesehatan tulang mereka sendiri, tetapi juga menjadi duta yang menginspirasi teman-teman sebaya untuk membangun kebiasaan hidup sehat demi masa depan tulang yang kuat. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda