Wartalampung.id, Kotabumi – Universitas Muhammadiyah Kotabumi (Umko) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertema Optimalisasi Komunikasi Hukum Digital dan Produksi Konten Berbasis Kearifan Lokal bagi PC IMM Lampung Utara dalam Mendukung Pembangunan Daerah.
Kegiatan berlangsung di Aula Ruang Diskusi Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial UMKO, Senin, 9/2/2026.
Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian kepada Masyarakat RisetMu yang digagas Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam pemberdayaan organisasi otonom serta masyarakat melalui pendekatan edukatif dan aplikatif.
Tim PKM dipimpin oleh Hagi Julio Salas, dosen Ilmu Komunikasi Umko, dengan anggota Suwardi dosen bidang Hukum. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Herni, Zakaroni, dan M. Alpin.
PC IMM Lampung Utara menjadi mitra utama dalam pelaksanaan program, dengan kehadiran Ketua PC IMM M. Alfansah Yusuf bersama 16 kader bidang media dan komunikasi IMM.
Materi pertama disampaikan oleh Suwardi yang mengulas urgensi pemahaman komunikasi hukum di era digital. Ia menekankan pentingnya etika bermedia sosial, pemahaman terhadap regulasi seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta perlindungan hak cipta dalam produksi konten digital.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital menuntut kesadaran hukum agar individu maupun organisasi terhindar dari risiko pelanggaran.
Ia juga menjelaskan bahwa komunikasi yang memperhatikan aspek hukum dapat memperkuat citra organisasi sekaligus membangun kepercayaan publik.
Literasi hukum digital, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.
Sesi berikutnya diisi oleh Hagi yang membahas strategi produksi konten digital berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan daerah. Ia memaparkan peran media sosial dalam membentuk opini publik serta pentingnya pengelolaan konten yang kreatif, relevan, dan berorientasi pada nilai budaya lokal.
Menurutnya, konten yang efektif tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedekatan nilai dengan masyarakat. Kearifan lokal, jelasnya, dapat menjadi identitas kuat dalam membangun narasi positif tentang daerah.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan data seperti traffic dan engagement untuk memahami pola algoritma media sosial dalam menyusun strategi distribusi konten.
Ketua PC IMM Lampung Utara, ,M. Alfansah Yusuf, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan pemahaman baru bagi kader IMM mengenai pentingnya menyampaikan pesan organisasi secara etis, cerdas, dan sesuai regulasi di ruang digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi aktif dari peserta mengenai tantangan produksi konten organisasi, potensi risiko hukum di media sosial, serta cara membangun narasi berbasis budaya lokal yang berdampak positif bagi masyarakat.
Melalui program ini, Tim PKM Umko berharap kader PC IMM Lampung Utara semakin siap mengelola komunikasi publik secara profesional serta memproduksi konten digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bertanggung jawab dan berkontribusi dalam pembangunan daerah berkelanjutan. []

Tinggalkan Komentar Anda