Sri Hartana. | Daffa Andra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sri Hartana, 63 tahun mengalami kecelakaan pada saat bekerja di tambak udang miliknya di Kecamatan Rawajitu, Kabupaten Tulangbawang.
Kepada wartalampung.id hari ini ia bercerita, pada 24 Maret 2024, ia mengecek area tambak miliknya. Tanpa disadari, ujung jaketnya tertarik dan tersangkut pada kincir air yang sedang berputar.
Sri Hartana terjebak pada kincir air dan mengalami cedera berupa dislokasi rahang.
Awalnya, Sri Hartana tidak menyadari ia mengalami dislokasi rahang. Ia tidak paham ciri-ciri dislokasi rahang. Namun, ia merasakan pembengkakan pada rahang, kesulitan untuk makan, dan membuka rahangnya.
Sri Hartana sudah meminta rujukan ke puskesmas setempat. Pihak puskesmas menyarankan untuk menggunakan obat terlebih dahulu sebelum dirontgen.
Kini Sri Hartana sudah sebelas hari berisitirahat di Rumah Singgah Pasien (RSP) inisiasi Yayasan Baitulmal (YBM) PLN-Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung.
Selama menumpang di sini, ia mendapatkan fasilitas yang memadai.
Sri Hartana masih menunggu jadwal operasi dislokasi rahangnya di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).
Selama itu juga, ia bisa beristirahat dengan nyaman, mendapat makanan tiga kali sehari, dan fasilitas antar-jemput oleh pihak RSP YBM PLN-IZI Lampung. [Daffa Andra/Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UBL]

Tinggalkan Komentar Anda