SDN 3 Merbau Mataram. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Merbau Mataram – Sebagai salah satu sekolah dasar favorit dan independen di Kecamatan Merbau Mataram, SDN 3 Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan.
Sekolah ini juga mengintegrasikan nilai-nilai cinta lingkungan ke dalam budaya dan keseharian warga sekolah.
SDN 3 Merbau Mataram kini tengah berproses menuju pencapaian sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional.
Pencapaian ini merupakan lanjutan dari keberhasilan sekolah ini menjadi sekolah Adiwiyata tingkat sebelumnya yang telah diakui secara regional.
Sebelumnya SDN 3 Merbau Mataram menjadi sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten pada 2021. Pada 2023, SDN 3 Merbau Mataram menjadi sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi.
Kemudian tahun ini SDN 3 mengusulkan menjadi sekolah Adiwiyata Nasional.
Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, seluruh warga SDN 3 Merbau Mataram terus bergerak aktif melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses sekolah menuju penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional.
Warga sekolah—mulai dari guru, siswa, hingga tenaga kependidikan—berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan lestari. Beberapa aksi nyata yang dilakukan antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan sekolah secara rutin
- Melakukan penghijauan dengan menanam dan merawat tanaman
- Mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle)
- Menyediakan sudut tanaman obat keluarga (TOGA)
Kepala SDN 3 Merbau Mataram Budi Santoso menyampaikan gerakan ini tidak hanya bertujuan meraih predikat Adiwiyata, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada peserta didik.
Budi Santoso melanjutkan, dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, SDN 3 Merbau Mataram optimis dapat menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam pelestarian lingkungan.
Salah seorang guru, Nouvita Dhemmy Safarina, menyampaikan bahwa penerapan budaya peduli lingkungan di sekolah telah membawa banyak perubahan positif.
Siswa sangat antusias dalam pelaksanaan program Adiwiyata Tingkat Nasional.
“Sejak program PBLHS diterapkan secara menyeluruh, anak-anak menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Mereka sekarang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mengkreasikan sampah plastik menjadi kerajinan, menyiram tanaman setiap pagi dari limbah air wudhu, dan saling mengingatkan jika ada yang lupa. Ini adalah langkah kecil, tapi dampaknya besar untuk pembentukan karakter mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Afika (kader adiwiyata kelas V), siswa SDN 3 Merbau Mataram, juga merasa bangga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan.
“Aku senang ikut menanam bunga dan membuat kerajinan dari barang bekas. Selain sekolah jadi lebih hijau dan sejuk saya juga menjadi paham bahwa sampah masih bisa dijadikan kerajinan yang indah. Aku ingin sekolahku menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional,” ungkapnya penuh semangat.
Selain itu, Guru PJOK Suhandi menambahkan, dirinya dan seluruh warga sekolah selalu melakukan kerja bakti setiap hari Jumat setelah senam pagi, seperti membersihkan saluran drainase, halaman sekolah dan melakukan perawatan tanaman baik menyiram atau menanam pohon dan bunga.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, SDN 3 Merbau Mataram terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan sehat. []

Tinggalkan Komentar Anda