Triaswari Ayunandini. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Triaswari Ayunandini, mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Unila angkatan 2024, menceritakan ketertarikannya pada dunia esai dan penulisan ilmiah telah tumbuh sejak masa SMA.
Saat diwawancarai, Triaswari mengungkapkan kecintaannya pada dunia tulis-menulis bermula ketika ia aktif di Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) pada masa SMA.
Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi karya tulis ilmiah, ditambah dengan latar belakang akademik yang unik mengambil jalur IPA sekaligus menekuni mata pelajaran ekonomi hingga ke tingkat olimpiade, membentuk fondasi awal kecakapannya dalam menulis.
“Ketertarikan saya sudah tumbuh sejak SMA. Dari KIR, saya belajar menulis karya ilmiah berbasis riset. Meskipun saya anak IPA yang belajar biologi dan kimia, saya juga punya minat kuat di bidang ekonomi. Dua dunia ini tumbuh berdampingan dan akhirnya memengaruhi cara saya menulis sampai sekarang,” ujarnya.
Berbeda dengan karya tulis ilmiah yang cenderung kaku, Triaswari memilih esai sebagai wadah penyampaian gagasan karena lebih lentur dan komunikatif.
Ia menilai esai memberikan ruang untuk menggabungkan analisis berbasis data dengan narasi yang persuasif.
Topik-topik yang ia pilih pun selalu berada pada titik temu antara disiplin ilmu. Selain menulis tentang isu pendidikan, demokrasi, dan keadilan sosial seperti dalam esai “PenaRakyat”, Triaswari juga pernah mengembangkan ide esai berbasis sains berjudul “Triptomag Bites”, yang memadukan gizi, biokimia, dan kesehatan mental.
Triaswari mengatakan inspirasi menulisnya datang dari realitas sosial yang ia amati sehari-hari. Namun, cara ia menganalisis suatu masalah dipengaruhi oleh latar belakang ilmiahnya.
“Pola pikir ilmiah membuat saya terbiasa berpikir terstruktur dan berbasis bukti. Baik ketika menulis tentang ekonomi maupun kesehatan. Prinsipnya sama, melihat masalah secara sistematis dan membangun solusi yang logis,” terangnya.
Menurut dia, esai yang berdampak adalah esai yang tidak hanya berisi gagasan, tetapi juga didukung riset mendalam dan narasi kuat.
Masuk ke Prodi Pendidikan Ekonomi memberikan tantangan tersendiri bagi Triaswari mengingat latar belakangnya yang sebelumnya lebih condong ke ranah sains.
Namun, keterampilan menulis ilmiah yang sudah ia asah sejak SMA justru menjadi penghubung antara dua dunia tersebut.
Bagi Triaswari, dunia esai bukan sekadar kompetisi. Ia menjadikan menulis sebagai langkah awal untuk memasuki dunia penelitian yang lebih serius.
Triaswari menutup dengan harapan pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani menulis dan menyuarakan gagasan. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda