Mahasiswa KKN Unila di Mesuji. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Simpang Pematang – Dalam menanggapi tantangan ekonomi yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Mesuji, sebuah program inovatif telah digelar untuk mengatasi masalah ketidakbersaingan harga produk pertanian yang berimbas pada kesulitan mencapai balik modal dan menghambat kelangsungan produksi.
Dimulai pada 20 Januari 2024, Tim KKN Desa Simpang Pematang bekerja sama dengan KWT Dahlia, BPD Simpang Pematang, dan PPL Desa Simpang Pematang untuk menyelenggarakan workshop pengelolaan pascapanen.
Rumah Benih KWT Dahlia dan GOR Simpang Pematang dipilih sebagai lokasi strategis, menunjukkan pendekatan kolaboratif dan memastikan keterlibatan maksimal kelompok sasaran.
Workshop secara khusus menitikberatkan pada strategi pengelolaan pascapanen guna meningkatkan kualitas dan daya tahan produk pertanian. Tim KKN Desa Simpang Pematang, yang memimpin pelaksanaan program, menunjukkan komitmen mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Diharapkan, implementasi pengelolaan pascapanen yang lebih efisien akan membuka peluang peningkatan nilai jual produk pertanian KWT, mengatasi kendala ekonomi yang dihadapi, dan memicu kelangsungan produksi pertanian yang berkesinambungan di Kabupaten Mesuji.
Program ini bukan sekadar ide, melainkan solusi praktis untuk menguatkan daya saing produk pertanian di tingkat lokal.
Program workshop pengelolaan pascapanen di Kabupaten Mesuji bukan hanya langkah menuju kemandirian ekonomi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), tetapi juga representasi dari kolaborasi yang kokoh antara pihak terkait.
Harapannya, pengelolaan pascapanen yang lebih efektif akan membantu KWT mengatasi kendala ekonomi, merangsang peningkatan harga produk pertanian, dan memperkuat fondasi kelangsungan produksi pertanian berkelanjutan di wilayah ini. Demikian rilis yang diterima redaksi hari ini.
Ketertarikan jangka panjang dan dukungan lebih lanjut dapat diperluas dengan memperhitungkan catatan tentang kurangnya sumber daya manusia dan minimnya pengetahuan tentang budi daya tanaman pangan yang dihadapi oleh KWT di Kabupaten Mesuji. []

Tinggalkan Komentar Anda