Berita Foto

Tiga Bekal Hidup

Tiga Bekal Hidup

Repianto

Oleh Repianto, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (PW Ikadi) Lampung

Sebagai manusia, apalagi sebagai muslim pasti kita berharap agar kehidupan di dunia dapat berlangsung baik, demikian juga kehidupan di akhirat. Untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, kita perlu bekal.

Pertama, rezeki
Manusia memerlukan makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, kendaraan, dll. Allah amat tahu tentang yang dibutuhkan oleh hamba-Nya. Dan Allah menyediakan apa yang dibutuhkan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Hud 11: Ayat 6)

Untuk mendapatkan rezeki , manusia tetap harus berusaha sekuat tenaga. Dalam memperoleh rezeki harus dengan cara yang halal,bukang menghalalkan segala cara.

Kedua, ilmu yang luas
Agar bisa mengelola dan menjalani kehidupan yang baik harus dengan ilmu maka umat Islam diperintahkan menuntut ilmu. Dengan ilmu menjalani kehidupan dapat dengan mudah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36).

Ketiga, bekal hidayah atau petunjuk dari Allah

Terpenuhinya kebutuhan rezeki yang cukup, dan jumlah ilmu yang banyak ternyata belum memadai untuk menjalani kehidupan dengan baik, maka diperlukan hidayah.

Maka Allah mengutus para nabi kepada setiap umat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَا جْتَنِبُوا الطَّا غُوْتَ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ

“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An-Nahl 16: Ayat 36)

Di samping itu Allah menurunkan Alkitab yaitu Alquran yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia. Maka, dengan berpedoman kepada petunjuk Allah, umat manusia akan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kebahagian di dunia dan di akhirat sesuai dengan doa kita sehari-hari. Semoga. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda