Mancanegara

Teliti Repong Damar Bawa Pemuda Asal Lampung Bangun Adi Wijaya Raih Pendanaan Riset FAO

Teliti Repong Damar Bawa Pemuda Asal Lampung Bangun Adi Wijaya Raih Pendanaan Riset FAO

Bangun Adi Wijaya (paling kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Roma – Pemuda asal Lampung, Bangun Adi Wijaya (27), berhasil memenangkan pendanaan riset dari Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kontes tersebut merupakan bagian acara dari World Food Forum (WFF) yang diadakan tiap tahun oleh FAO.

Setalah melalui tiga kali babak penyisihan dengan tota l15 ribuan peserta dari seluruh dunia, Bangun dengan dua anggota tim, Agung Yoga Pangestu (26) dan Safira Nurul Izzah (26), mendapatkan kesempatan untuk melakukan pitching di FAO HQ Roma, Italia.

Riset yang diusung mengangkat issu kearifan lokal masyarakat Lampung bernama repong damar. Repong damar adalah kegiatan agroforestry, pelestarian hutan dengan kombinasi tanaman pangan, yang sudah turun-temurun dipraktikkan oleh masyarakat adat asli Pesisir Barat, Krui.

Riset tersebut bertujuan melestarikan repong damar yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat setempat.

Melalui presentasi yang apik, juri dari berbagai penjuru dunia dibuat terkesima atas tradisi repong damar masyarakat Lampung yang dianggap sebagai warisan dunia yang wajib digaungkan di kancah internasional dan harus dipertahankan.

Bangun adalah lulusan Jurusan Kehutanan Universitas Lampung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Korea Selatan.

Setelah lulus, Bangun bekerja di institut riset milik di Korea Selatan. Ia sudah banyak mendapatkan penghargaan dan pendanaan untuk peningkatan kualitas hidup dan lingkungan masyarakat Lampung.

Salah satu anggota tim, Agung, adalah dosen kehutanan di Itera yang juga banyak melakukan riset kehutanan di Lampung.

Aggota lainyna, Safira, sedang menempuh pendidikan magister di Glasglow University, Inggris. Ia merupakan aktivis lingkungan yang juga memiliki segudang prestasi terkait dengan isu iklim dan pelestarian lingkungan. Mereka mengibarkan Merah-Putih di tanah bersejarah Italia. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda