Nusantara

Teliti Nano Partikel Tomat untuk Luka Diabetes, Tim IPA SMP Islam Az Zahra Bandar Lampung Lolos Final Olimpiade 2025

Teliti Nano Partikel Tomat untuk Luka Diabetes, Tim IPA SMP Islam Az Zahra Bandar Lampung Lolos Final Olimpiade 2025

Raisa Ufaira dan Assafar Tesla Laila Qodri. | Nathania Shakira

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Raisa Ufaira dan Assafar Tesla Laila Qodri, siswi kelas IX SMP islam Az Zahra Bandar Lampung, berhasil lolos menjadi finalis dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.

Tim ini berasal dari bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan penelitian berjudul “Efektivitas Nanopartikel Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L) pada Penghambatan Pertumbuhan Koloni Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Luka Diabetes.”

Mereka merupakan salah satu dari tiga tim SMP Az Zahra yang lolos menjadi finalis OPSI 2025, dua tim lainnya berasal dari bidang Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT).

Penelitian tim Raisa membuat ekstrak tomat menjadi nanopartikel untuk menguji efektivitasnya sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada luka diabetes.

Ide penelitian ini muncul dari pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar yang memiliki penderita diabetes, serta data meningkatnya kasus diabetes di dunia.

Tomat dipilih sebagai bahan baku, dipadukan dengan teknologi nanopartikel untuk mendukung efektivitas penelitian.

Persiapan penelitian dilakukan sejak kelas VIII SMP, selama kurang lebih 6 bulan, meliputi penentuan judul, penyusunan proposal, dan pembuatan laporan penelitian.

Raisa Ufaira mengungkapkan perasaannya saat timnya lolos menjadi finalis:

“Senang banget dan enggak nyangka aja,” kata dia kemarin kepada wartalampung.id.

Ia juga mengungkapkan memiliki perasaan takut. Tetapi berkat mental juara yang selalu ditanamkan sekolah kepada seluruh finalis, rasa takut itu dapat teratasi dengan baik.

Ini merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti perlombaan penelitian semacam ini.

Para finalis akan berangkat ke Universitas Surabaya (Ubaya), Jawa Timur, pada 10–15 November 2025 untuk mengikuti tahap final OPSI 2025, yang meliputi penilaian visualisasi hasil karya, presentasi, wawancara hasil penelitian, serta pengumuman pemenang dan pembagian hadiah.

Tantangan utama mereka adalah penulisan laporan dan penggunaan alat laboratorium yang masih asing.

Untuk mengatasi hal tersebut, mereka didampingi oleh bimbingan guru dan mempelajari jurnal terkait.

Dalam tim, tidak ada pembagian tugas khusus. Mereka menekankan kerja sama dan pemahaman secara bersama.

Raisa menggambarkan pengalamannya dengan satu kata:

“Meneliti itu seru.”

Ia menambahkan pengalaman ini sangat berharga untuk masa depan, terutama terkait kemampuan penulisan ilmiah.

Sebagai penutup, Raisa juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari sekolah SMP Islam Az Zahra Bandar Lampung. [Nathania Shakira]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda