Kiri ke kanan. Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr H Mahathir Muhammad SE MM, Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA, dan Kepala Balitbangda Lampung Dr Ir Hamartoni Ahadis MSi. | Adian Saputra

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia menggelar Academic Expo 2024 di Gelanggang Mahasiswa Dr HM Nasrullah Yusuf kampus setempat, Selasa, 30/1/2024.
Tiga ratusan karya dan inovasi mahasiswa Universitas Teknokrat dipamerkan. Ini adalah bentuk hasil kuliah mereka di kelas yang diimplementasikan dalam karya untuk dinikmati masyarakat. Tiga ratusan karya ini berasal dari semua fakultas yang ada di Teknokrat.
Teknokrat Academic Expo 2024 dibuka oleh Kepala Balitbangda Provinsi Lampung Dr Ir Hamartoni Ahadis M.Si yang ditandai dengan pemukulan gong. Ikut mendampingi Rektor Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA dan Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM.
Beberapa stan berisi produksi inovasi mahasiswa, di antaranya sistem energi terbarukan, instrumentasi kendali, robotik, game for education, software development (web), software development (mobile), sistem tertanam lanjut, desain UI/UX, IOT, desain grafis.
Kemudian Technopreneur, manajemen pemasaran, perpajakan, analisis keuangan dan lainnya.
Sejumlah siswa dari 10 SMA/SMK di Lampung juga hadir. Mereka antara lain berasal dari SMA Negeri 16 Bandar Lampung, SMA Negeri 17 Bandar Lampung, SMK PGRI 4 Bandar Lampung, SMA Arjuna, SMAN 1 Natar, dan SMA Life Skill Kesuma Bangsa.
Hamartoni mengatakan, untuk sukses, mahasiswa wajib mengusai soft skill, hard skill, dan networking atau jaringan pertemanan.
Kata Hamartoni, kuliah itu bukan semata mengejar gelar akademik. Itu tidak akan cukup untuk menggapai kesuksesan.
Yang wajib dimiliki setiap mahasiswa adalah kemampuan dalam soft skill, hard skill, dan membangun jaringan sejak di mahasiswa.
Dikutip dari ppmschool.ac.id, Soft skill merupakan aspek yang tidak kalah penting dalam menunjang kesuksesan seseorang. Soft skill bisa dikatakan sebagai keterampilan bawaan atas sifat seseorang dan tidak bisa dipelajari secara formal.
Soft skill didefinisikan sebagai atribut serta ciri kepribadian seseorang yang dapat memengaruhi hubungan interpersonal dalam lingkungan pekerjaan.
Perusahaan tidak selalu mencantumkan kebutuhan soft skill pada lowongan pekerjaan, kecuali untuk pekerjaan tertentu.
Soft skill tidak bisa dipelajari dengan mendalami sebuah materi karena berkaitan erat dengan empati dan juga kecerdasan emosional. Beberapa soft skill adalah kelancaran presentasi, kemampuan bernegosiasi, berbicara di depan umum, kemampuan persuasi, membaca body language lawan bicara, kemampuan memimpin, kemampuan menggunakan komunikasi nonverbal (seperti intonasi nada, gestur tangan, ekspresi wajah, dsb)
Sedangkan hard skill bisa dikatakan sebagai keahlian utama yang dibutuhkan dalam pekerjaan tertentu. Keahlian yang dimaksud adalah kemampuan spesifik tentang suatu hal.
Untuk bisa memiliki hard skill, kita harus menempuh pendidikan formal, program pelatihan dan lain sebagainya untuk bisa mendapatkan sertifikasi atau pengakuan atas keterampilan yang dikuasai.
Hard skill bisa dievaluasi, diukur dan dipelajari. Umumnya perusahaan akan mencantumkan persyaratan hard skill pada lowongan pekerjaan.
Contoh hard skill di antaranya search engine marketing (SEM), adobe creative suite, content management system (CMS), database management, search engine optimization (SEO), design user experience (UX), social media marketing, HTML/CSS, Microsoft Office, product development, design user interface (UI), video editing, google analytics, dan sebagainya.
Hamartoni menganjurkan mahasiswa memperbanyak pergaulan yang positif sehingga bisa menjadi investasi. Dengan pergaulan yang luas, mahasiswa akan mempunyai kans mendapatkan relasi yang luas dan bermanfaat.
Hamartoni Ahadis sangat mendukung program-program yang dilakukan Universitas Teknokrat Indonesia. Sebab, ini yang membedakan Teknokrat dengan kampus lain.
“DI Universitas Teknokrat Indonesia, setiap mata kuliah yang ada bisa menghasilkan inovasi. Ini yang mendukung Teknokrat menjadi kampus yang bertaraf nasional dan internasional. Karya dan prestasi Teknokrat ke depan wajib ditingkatkan,” ujar Hamartoni. []

Tinggalkan Komentar Anda