Suharsono

Oleh M Suharsono Lc MESy (Ketua Biro Kepatuhan Syariah IZI)
Dikisahkan seorang budak dari Habasyah, berwajah hitam, berbau tidak sedap dan memakai pakaian kumal datang kepada Nabi Muhammad saw. Ia bertanya: “Wahai Rasulullah saw, tadinya aku kafir bersama kaum Yahudi dan kemudian masuk Islam, Apakah jika sekarang aku membunuh mereka, aku akan masuk surga?”
Nabi Menjawab “Ya” ia kembali bertanya, ”Wahai Rasulullah, aku berwajah hitam, berbau tidak sedap, berpakaian kumal, apakah aku bisa masuk surga ?” Beliau saw menjawab, “Ya”.
Kemudian dia masuk ke medan pertempuran dan gugur sebagai syuhada, Nabi saw memerintahkan agar ia dibawa ke kemahnya. Nabi saw berdiri dan berkata, ”Tadinya engkau berbau tidak sedap, tetapi sekarang Allah membuatmu wangi, tadinya engkau berwajah hitam, tapi sekarang Allah membuat wajahmu putih, saat ini kulihat di sampingnya ada dua pasangan bidadari yang sedang menghapus debu dari tubuhnya seraya berdoa, ”semoga Allah menaburkan debu kepada orang yang menaburkan debu kepadamu dan semoga Allah membunuh orang yang membunuhmu.”
Ketika perang Badar, Umair bin Hamam, datang kepada Rasulullah saw dan bertanya, ”Wahai Rasulullah saw, bagaimana seandainya aku memerangi mereka lalu mereka membunuhku, apakah aku akan masuk surga?”
Nabi saw menjawab, ”Ya” kemudian Nabi saw berkata lagi, ”Bangkitlah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Kemudian Umair berkata: ”bagus …bagus..”
Rasulullah bertanya, ”wahai Umair kenapa engkau mengatakan bagus …bagus ..?”
Ia menjawab, ”Aku berharap menjadi salah satu penghuni surga”
Nabi berkata, ”Engkau termasuk penduduk surga.”
Ketika itu di tangan Umair terdapat beberapa kurma yang sedang ia makan, sambil memandang kurma tersebut, dan berkata, ”yang menjadi penghalang aku dan surga adalah kurma-kurma ini, sungguh masih lama”.
Ia pun membuang kurma tersebut kemudian masuk ke medan perang dan gugur sebagai syuhada. Begitulah semangat para sahabat Nabi saw untuk masuk ke dalam surga.
Mereka bukan hanya berdoa untuk masuk surga, melainakn melaksanakan semua semua aktivitas yang dapat menyebabkan masuk ke dalam surga. Semangat masuk tersebut dibuktikan dengan banyaknya riwayat yang menyebutkan para sahabat bertanya tentang amal apa saja yang bisa mendekatkan dengan surga.
Muadz bin jabal bertanya kepada Rasulullah saw: ”Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku amal perbuatan yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan dari neraka.
Rasulullah saw menjawab, ”sungguh engkau bertanya tentang sesuatu yang besar, namun mudah bagi orang yang dimudahkan Allah, engkau menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan haji ke Baitullah.
Kemudian Nabi berkata lagi, ”Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan salat seseorang di tengah malam.
Kemudian Nabi saw membacakan surat As-Sajdah : 16-17. …(alhadits)” HR. At-Tirmidzi : 2616._ Semoga Allah merahmati kita semua dengan rida-Nya dan dimudahkan masuk ke dalam surga. Aamin. []

Tinggalkan Komentar Anda