Bandar Lampung

Tari Layang Kiamat Pukau Penonton Grand Final Muli Mekhanai Unila, Berawal dari Tugas Kuliah dan Diputuskan Tampil H-1

Tari Layang Kiamat Pukau Penonton Grand Final Muli Mekhanai Unila, Berawal dari Tugas Kuliah dan Diputuskan Tampil H-1

Tarian Layang Kiamat. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pemilihan Muli Mekhanai Unila sudah berakhir beberapa malam lalu. Namun, ada cerita menarik perihal itu.

Tarian Layang Kiamat yang dibawakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung rupanya baru sehari sebelum hari H diputuskan akan ditampilkan.

Erna Meirinda, salah seorang mahasiswa yang menampilkan tarian itu, bercerita kepada wartalampung.id.

Erna yang profilnya pernah tayang beberapa kali di web ini mengatakan, awalnya tarian ini adalah tugas kuliah mereka.

Total mereka sebulan melakukan latihan tarian ini. Sebelum atau sesudah mata kuliah, biasanya mereka latihan meski sebentar.

Dalam sepekan, Erna dkk berupaya bisa menghafal 1-2 menit gerakan. Bayangan untuk tampil pada malam penutupan Mli Mekhanai masih jauh dan tak tebersit sedikit pun.

Erna bilang, karya ini terinspirasi dari ragam gerak kenui melayang dalam tari Kiamat.

Tari Kiamat sendiri merupakan tarian penutup dalam acara ruwah yang hanya ditarikan selama 30 tahun sekali pada acara pernikahan adat di lingkup Keratuan Darah Putih.

Karya ini mencoba mempresentasikan makna diskursif dari gerak kenui melayang yaitu keseimbangan dan keterbukaan di mana makna tersebut mempresentasikan kehidupan masyarakat Keratuan Darah Putih.

”Sebelum tampil, kami sedikit gugup, namun tetap tenang, dan terus berdoa untuk kelancaran dalam penampilan perdana,” kata Erna mewakili teman-temannya.

Latihan selama ini dipandu dosen mereka, Sandika Ali.

Ketika H-1 diputuskan mereka mesti tampil, kendala mulai kelihatan.

”Kendalanya seperti kain selendang yang kurang lebar dan harus dibeli dan langsung dijahit kurang lebih lima jam sebelum tampil,” kata Erna.

”Kami awalnya hanya menjalankan tugas mata kuliah tari kreasi. Ada 4 tarian yang berbeda dan kami belajar sendiri melalui YouTube yang diberikan oleh Pak Sandika,” kata dia.

Setiap minggu mereka mempresentasikan progresnya. Pada minggu ketiga, tarian Layang Kiamat selesai digarap dan dipilih untuk tampil.

”Kami senang sekali sudah diberikan kesempatan perdana untuk menari di acara besar Unila. Suatu kehormatan bisa tampil di acara Muli Mekhanai Universitas Lampung.”

Semua penari adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Lampung, yang mengikuti kelas kesanggaran di kelas 5B yang beranggotakan:

  1. Safira Maulana
  2. Erna Meirinda
  3. Ely Shintia
  4. Khaylila Lyra Ariwanni
  5. Alya Agustina. []
Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda