Telaga Ngebel

Telaga Ngebel

Aku menyerapmu diuj “ung mentari ketika ujungnya menebar Memana yang mungkin mengadu Ketika petak tertindas, anginpun berderak Pelan dan senyap Sesaat. Aku menyerapmu dipucuk pekat Kumajukan tatap, bayangmu memedar Berdamai malam, gemuruh luka memerih Berserak tanpa jiwa Mengulum senyum membekas Sesaat…. Memikat. Menapak marga, melalukanmu Pada asa tak tentu Mataku memudar, pada batu Bahkan rembulan […]

Read More