Tablig akbar HUT Ke-79 Kabupaten Muaraenim. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Muaraenim – “Bumi Serasan Sekundang,” tagline Kabupaten Muaraenim itu menjadi materi utama ceramah KH Mahmudin Bunyamin pada tablig akbar memperingati HUT ke-79 Kabupaten Muaraenim di halaman Kantor Bupati, Selasa (18/11/2025).
Menelisik secara filosofis, moto yang bermakna bumi satu kata, satu hati, satu tujuan dalam harmoni persaudaraan itu, Mahmudin mengingatkan seluruh elemen untuk memegang teguh secara lahir dan batin.
Mahmudin mengatakan, Kabupaten Muaraenim ini tunggu tubang–istilah untuk menyebut tanah kelahiran.
Moto “Bumi Serasan Sekundang” adalah warisan para datuk yang mendirikan daerah otonom yang sekarang sudah berusia 79 tahun ini.
”Kini, kita diuji oleh zaman dengan pertanyaan, apakah sebagai pewaris bisa mengamankan warisan? Jawabannya harus tunggal, yakni bisa,” kata mubalig yang juga dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) ini.
Mahmudin sendiri lahir di Semendo, Muaraenim.
Tablig akbar berlangsung meriah. Bupati Muaraenim Edison, Wakil Bupati Sumarni, Ketua DPRD Deddy Arianto, dan pejabat utama lainnya menjadi tuan rumah.
Para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga hadir. Mereka antara lain KH Gerentam Bumi Bunyamin, Pengasuh Ponpes Al Haramain, Semendo, yang merupakan kakak tertua KH Mahmudin Bunyamin, dan ribuan jemaah dari berbagai wilayah.
Sebagai putra daerah, Mahmudin mengakui sejak SMA sudah merantau ke Mekah, Arab Saudi hingga menyelesaikan S-2 di Yordania.
Namun, darah Semendo yang mengalir di tubuh yang terbentuk dari bumi Muaraenim tak susut tergerus zaman.
Ia juga mengakui, usai lulus magister tidak kembali ke kampung halaman karena diterima menjadi dosen di Lampung.
“Saya sangat bangga sebagai orang Semendo. Bahkan, sering menyebut diri dengan istilah Jemesbon, jeme Semendo besak di kebon. Bagi saya, joke ini bukan aib, tetapi pengakuan dan rasa bangga kepada tanah kelahiran. Ini juga menjadi pagar diri, bahwa di manapun kita berkiprah, dalam profesi apapun, kita harus menjaga nama baik daerah. Dan sebagai penambah rasa bangga itu, ada ribuan tokoh besar nasional lahir dari tanah Semendo ini,” kata Mahmudin.
Mengaktualisasi nilai dari moto “Bumi Serasan Sekundang,” Mahmudin mengajak alim, pejabat, pemangku adat, pemuka masyarakat, dan seluruh warga Muaraenim untuk menjalankan kalimat warisan leluhur itu.
Sebagai kabupaten tertua di Provinsi Sumatera Selatan dengan kekayaan alam yang melimpah, kata dia, seluruh rakyat seharusnya menikmati kesejahteraan.
Karunia Allah swt yang luar biasa ini, tambah dia, harus dikelola dengan bijak bestari berlandaskan rasa satu hati, satu kata, satu tujuan, dan dengan harmoni rasa persaudaraan sejati.
Dalam sambutan, Bupati Muaraenim Edison menyatakan momentum hari jadi kabupaten harus dijadikan motivasi untuk membangun daerah ini dengan jargon Membara: Muaraenim Bangkit Rakyat Sejahtera.
Edison mengatakan, alam kabupaten ini kaya raya. Semuanya ada.
Tambang, sawah pertanian terbentang luas dengan padi yang tak pernah berhenti.
Kopi, kata dia, menjadi salah satu komoditas unggul. Ribuan hektare kebun karet rakyat, kebun kelapa sawit, dan lainnya.
”Itu semua anugerah Allah swt yang harus disyukuri untuk membangun kabupaten ini. Kuncinya, semua harus bersinergi, bersatu, dan berniat baik. Permasalahan masa lalu kita jadikan pelajaran yang berharga untuk menatap masa depan yang lebih baik,” tutup Edison. []

Tinggalkan Komentar Anda