Gerilyana Tryo Putri
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Rasa haru dan bangga menyelimuti Gerilyana Tryo Putri, mahasiswi Program Studi S1 Informatika Universitas Teknokrat Indonesia (UTI).
Ia terpilih menjadi petugas pembawa baki dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati HUT ke 81 RI di kampusnya, Universitas Teknokrat Indonesia.
Bagi Gerilyana, momen ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah penghormatan spiritual yang mendalam.
“Bagi saya, menjadi petugas pengibar bendera Merah Putih dalam rangka kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hanya tentang memegang bendera secara fisik. Ini adalah simbol dari doa dan tetesan darah perjuangan para pahlawan kita,” ungkap Gerilyana dengan penuh khidmat usai upacara berlangsung.
Kesuksesan pengibaran bendera ini tidak diraih secara instan.
Gerilyana bersama 23 rekannya sesama petugas upacara harus menjalani latihan intensif selama kurang lebih satu minggu.
Kedisiplinan tinggi dan kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil yang sempurna.
“Alhamdulillah, dengan persiapan kurang lebih seminggu, saya bersama 23 teman-teman mempersiapkan semua ini. Alhamdulillah kami dapat melaksanakannya dengan penuh hikmat, dan sang Merah Putih berhasil dikibarkan dengan sangat lancar,” tambahnya penuh syukur.
Sebagai mahasiswi Informatika yang juga menyandang gelar juara I Duta Universitas Teknokrat Indonesia 2024, Gerilyana memiliki sudut pandang yang matang mengenai perkembangan teknologi digital, khususnya artificial intelligence (AI).
Di tengah kekhawatiran global akan dampak teknologi, ia justru melihat AI sebagai katalisator positif untuk mencetak Generasi Emas.
“Penggunaan AI bagi generasi muda untuk mencapai Generasi Emas memberikan dampak yang sangat positif. Terutama dalam memanfaatkan teknologi untuk menggali dan mencari informasi yang lebih luas,” jelas Putri Hijabfluencer Lampung 2026 tersebut.
Cyber Akhlak
Gerilyana tidak hanya berteori. Ia membuktikan komitmennya dengan mendirikan sebuah gerakan edukasi digital bernama Cyber Akhlak.
Melalui wadah ini, ia memimpin para penggerak muda untuk turun langsung memberikan edukasi literasi digital ke sekolah-sekolah.
“Saya mengimplementasikannya secara nyata sebagai founder dari Cyber Akhlak. Kami membentuk penggerak edukasi untuk merangkul teman-teman dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Fokus kami adalah mengedukasi mereka tentang bagaimana cara menggunakan media sosial dan teknologi digital dengan bijak,” pungkas Gerilyana.
Melalui momentum kemerdekaan ini, Gerilyana Tryo Putri menjadi representasi nyata pemuda ideal: menghormati sejarah bangsa di satu sisi, dan menguasai masa depan teknologi di sisi lain demi kemajuan Indonesia.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengapresiasi penyelenggaraan upacara tahun ini.
Ia juga mengajak lulusan SMA untuk kuliah di Teknokrat dengan mengakses spmb.teknokrat.ac.id. []

Tinggalkan Komentar Anda