Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Siti Fatimah Ajak Deteksi Kanker Rahim Sejak Dini, Bersyukur Bisa Singgah di RSP YBM PLN-IZI Lampung

Siti Fatimah Ajak Deteksi Kanker Rahim Sejak Dini, Bersyukur Bisa Singgah di RSP YBM PLN-IZI Lampung

Siti Fatimah dan suaminya di RSP YBM PLN-IZI Lampung. | Abednego Stefanus

Siti Fatimah dan suaminya di RSP YBM PLN-IZI Lampung. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Siti Fatimah wanita berusia 55 tahun, berasal dari Katibung, Lampung Selatan, divonis secara medis memiliki kanker rahim.

Kejadian tersebut dialami Siti Fatimah sejak tahun lalu. Awalnya ia mulai merasakan gejala-gejala lain seperti nyeri di punggung bagian bawah, sakit di bagian perut seperti maag dan, serta kelelahan.

“Biasanya saya kalau habis kerja memang sering sakit bagian punggung bawah, tapi kok ini sakitnya berkelanjutan dan saya kira awalnya cuma sakit maag,” kata dia kepada wartalampung.id hari ini di Rumah Singgah Pasien YBM PLN-IZI Lampung.

Ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, barulah dia mengetahui kalau ternyata dia mengidap kanker rahim.

Beberapa minggu lalu, Siti Fatimah mencoba untuk melakukan proses penyembuhan di RSUD Abdul Moeloek dan ternyata belum bisa menemui doker dan mendapatkan tempat.

“Saya merasa bersyukur dengan hadirnya Rumah Singgah Pasien ini saya bisa singgah sementara disini sembari menunggu lanjutan dari dokter nantinya,” katanya.

Sebelumnya, Siti Fatimah sudah menjalankan proses penyembuhan dengan sinar radioterapi sebanyak 35 kali.

Siti bercerita, dokternya mengatakan penyakit ini umumnya menyerang wanita yang telah melewati masa menopause dengan kadar estrogen yang tinggi sebagai faktor risiko utamanya.

Kata Siti, sebenarnya kanker rahim memiliki gejala yang khas sehingga bisa terdeteksi sejak dini. Sebagian besar pasien ini dapat disembuhkan.

Namun, kalau gejalanya diabaikan, kata dia, penyakit ini dapat menyebar ke organ di sekitarnya. Misalnya, ke usus dan kandung kemih yang menyebabkan kanker sulit untuk diobati. [Abednego Stefanus]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda