Pesisir Barat

Siswi SMKN 1 Ngambur Belajar Jadi Penulis

Siswi SMKN 1 Ngambur Belajar Jadi Penulis

Wartalampung.id, Ngambur – Di sebuah ruang kelas SMKN 1 Ngambur, tiga siswi kelas X duduk melingkar dengan penuh perhatian. Di atas meja, tersusun kertas berisi contoh paragraf, tanda baca, serta struktur kalimat.

Resty, Ni Kadek Dewi, dan Adelia tidak sedang mengerjakan tugas sekolah biasa, tetapi mengikuti kegiatan literasi yang berfokus pada tata letak penulisan.

Kegiatan literasi ini dilaksanakan pada Rabu (18/12/2025) di SMKN 1 Ngambur selama kurang lebih satu setengah jam.

Kegiatan tersebut bertujuan membekali siswa pemahaman dasar tentang penggunaan tanda titik, koma, serta penyusunan paragraf yang rapi sebagai persiapan menulis karya panjang seperti novel. Kegiatan ini dibimbing oleh Annisa Kurnia Putri.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa menulis bukan hanya soal menuangkan ide, tetapi juga tentang keteraturan bahasa agar tulisan mudah dipahami pembaca. Pemahaman tata tulis menjadi dasar penting bagi penulis pemula.

Menurut Annisa Kurnia Putri, banyak siswa memiliki ide cerita yang menarik, tetapi masih kesulitan dalam teknis penulisan.

“Banyak siswa punya ide cerita yang bagus, tetapi belum memahami cara menuliskannya dengan rapi dan sesuai kaidah,” ujar Annisa Kurnia Putri.

Selama sesi berlangsung, peserta mempelajari penggunaan tanda baca dasar seperti titik, koma, dan tanda petik. Mereka juga berlatih menyusun paragraf narasi dan dialog sederhana.

Ni Kadek Dewi mengaku sering merasa bingung saat menulis cerita.

“Kadang saya bingung kapan harus pakai koma dan kapan harus pakai titik. Setelah dijelaskan, jadi lebih paham,” kata Ni Kadek Dewi.

Sementara itu, Adelia menyampaikan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih percaya diri untuk menulis.

“Saya suka menulis cerita, tapi sering ragu karena takut salah penulisan,” ujarnya.

Selain tanda baca, peserta juga dikenalkan pada format dasar penulisan novel. Mereka mempelajari penulisan dialog, pergantian paragraf antartokoh, serta penyusunan deskripsi agar cerita tidak terasa panjang dan membosankan.

Resty menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat.

“Ternyata menulis itu ada aturannya. Kalau salah titik atau koma, ceritanya bisa jadi susah dipahami,” ujar Resty.

“Menulis bukan hanya soal imajinasi, tetapi juga tentang ketepatan tata bahasa dan kerapian penyajian.”

Materi literasi yang dipelajari dalam kegiatan ini meliputi penggunaan tanda titik dan koma, penulisan dialog dengan tanda petik, pembagian paragraf yang efektif, struktur kalimat sederhana, serta memformat naskah novel untuk pemula.

Ketika ditanya tentang rencana ke depan, ketiga siswi tersebut sepakat ingin mencoba menulis novel bersama.

“Kami ingin mencoba menulis novel sederhana. Yang penting sekarang tahu dulu cara menulisnya dengan benar,” ujar Adelia.

Melalui kegiatan literasi ini, siswa tidak hanya belajar menulis dengan benar, tetapi juga mulai membangun kepercayaan diri untuk berkarya. Pemahaman dasar tentang tata letak penulisan menjadi langkah awal bagi mereka untuk mewujudkan mimpi menulis novel.

Dengan bimbingan yang tepat dan kemauan untuk belajar, kegiatan literasi di sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi penulis muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga terampil secara teknis. [Putri Aura Lidiya/Jessica Palupi/SMAN 1 Pesisir Tengah]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda