Nusantara

Siswa SMP Islam Az-Zahra Finalis OPSI 2025, Inovasi Biosensor Daging Giling Berbasis Nanopartikel Bunga Telang

Siswa SMP Islam Az-Zahra Finalis OPSI 2025, Inovasi Biosensor Daging Giling Berbasis Nanopartikel Bunga Telang

Muhammad Althaf Raihan Anwar dan Langit Satya Indi. | Dandy HR

Wartalampung.id, Bandar Lampung — Dua siswa kelas VIII SMP Islam Az-Zahra Bandar Lampung kembali mengharumkan nama daerah di ajang nasional.

Muhammad Althaf Raihan Anwar dan Langit Satya Indi berhasil menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 melalui riset inovatif yang memanfaatkan nanopartikel ekstrak bunga telang sebagai biosensor kualitas daging giling kemasan.

Penelitian ini lahir dari keinginan kuat mereka untuk mendukung keamanan pangan, khususnya pada produk bahan makanan berisiko tinggi seperti daging giling.

Di bawah bimbingan guru IPA mereka, Kharen Riz Lambarwati, kedua siswa ini melakukan serangkaian proses ilmiah sejak Maret, mulai dari penyusunan judul, penulisan laporan, hingga penelitian laboratorium di Politeknik Negeri Lampung.

Melalui proses ekstraksi bunga telang yang mengandung senyawa antosianin, mereka mengolahnya menjadi nanopartikel lalu menerapkannya ke kertas saring Whatman untuk dijadikan biosensor.

Biosensor tersebut berubah warna sesuai peningkatan pH daging akibat aktivitas mikroba pembusukan, sebuah indikator visual sederhana yang dapat memberi peringatan dini kepada konsumen.

Perjalanan menuju finalis tidak mudah. Dari lebih dari 11.000 laporan penelitian tingkat SMP dan SMA, hanya 75 tim yang lolos ke babak final.

Setelah melewati seleksi berlapis, presentasi, pameran ilmiah, serta wawancara bersama enam juri di Universitas Surabaya, tim Az-Zahra berhasil membuktikan kualitas penelitian mereka.

“Meneliti itu susah, tapi seru. Dari banyak revisi sampai eksperimen yang gagal, akhirnya kami sampai di titik ini,” ujar Langit dan Raihan saat diwawancarai hari ini.

Menurut mereka, keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi ilmiah di jenjang SMP bukan hanya mungkin, melainkan juga mampu memberi jawaban atas isu ketahanan pangan di Indonesia. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda