Nusantara

Sisca Indah Pratiwi, Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia dari Putri Indonesia hingga Jadi ASN Kejaksaan: Wujud Nyata Kontribusi SDGs dan Kesetaraan Gender

Sisca Indah Pratiwi, Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia dari Putri Indonesia hingga Jadi ASN Kejaksaan: Wujud Nyata Kontribusi SDGs dan Kesetaraan Gender

Sisca Indah Pratiwi

WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG — Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus membuktikan komitmennya sebagai kampus berdampak yang mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui rekam jejak nyata alumninya, kampus ini sukses melahirkan agen perubahan. Salah satu figur inspiratif yang tengah menjadi sorotan adalah Sisca Indah Pratiwi, S.S., alumnus Program Studi Sastra Inggris UTI yang berhasil menyelaraskan prestasi nasional dengan pengabdian masyarakat.

Sisca dikenal sebagai sosok perempuan multitalenta yang telah mengukir berbagai prestasi bergengsi sejak masa mudanya, meliputi:

  • Paskibraka Provinsi Lampung (2008)
  • Pertukaran Pemuda Antar-Provinsi/PPAP (2011)
  • Duta Wisata Jambore Pemuda Indonesia (2011)
  • Muli Kota Bandar Lampung (2012)
  • Putri Indonesia Lampung (2012–2013)

Berbekal pengalaman kepemimpinan dan rekam jejak yang matang, Sisca kini resmi mengemban amanah sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Cabang Kejaksaan Negeri Bandar Lampung di Pelabuhan Panjang.

Langkah kariernya di ranah penegakan hukum ini menjadi bukti nyata runtuhnya sekat gender pada profesi-profesi strategis.

Menanggapi kiprah gemilang tersebut, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi.

Ia menegaskan bahwa capaian Sisca sangat selaras dengan visi institusi dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan dan emansipasi perempuan.

“Pencapaian Sisca Indah Pratiwi adalah bukti konkret implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) di Universitas Teknokrat Indonesia. Kami melahirkan SDM unggul yang memiliki karakter kepemimpinan kuat tanpa memandang gender,” ujar Mahathir hari ini kepada wartalampung.id.

Mahathir mengatakan, kiprahnya sebagai ASN perempuan di institusi penegakan hukum juga menjadi representasi nyata dari SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Sisca membuktikan bahwa kepemimpinan perempuan mampu mengambil peran strategis dalam membangun institusi negara yang bersih dan akuntabel.

”Semoga kisah sukses ini menginspirasi seluruh mahasiswi untuk tidak ragu memimpin dan berkarya di ruang publik,” pungkasnya.

Kisah Sisca menjadi penegas pesan moral penting bagi generasi muda: “Prestasi membentuk karakter, sementara pengabdian memberikan makna bagi setiap langkah.”

Mahathir juga mengajak lulusan SMA sederajat kuliah di Teknokrat dengan mengakses spmb.teknokrat.ac.id. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda