Bandar Lampung

Sigeh Pengunten Warnai Francetival 2026: Eksistensi Budaya Lokal di Ajang Bergenre Internasional 

Sigeh Pengunten Warnai Francetival 2026: Eksistensi Budaya Lokal di Ajang Bergenre Internasional 

Tim tari Sigeh Pengunten. | Putu Suati

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kemeriahan agenda bernuansa internasional Francetival 2026 yang digagas oleh mahasiswa Ikatan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (Imasapra) Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila) tampil beda dengan balutan kearifan lokal. Senin, 21/9 aula gedung K FKIP Universitas Lampung.

Penampilan Tari Sigeh Pengunten menjadi penanda sekaligus penyambut hangat dibukanya rangkaian acara bergengsi tersebut.

Sajian tari tradisional Lampung itu dibawakan secara apik oleh lima penari yang terdiri dari kolaborasi mahasiswa angkatan 2024 dan 2025.

Proses persiapan yang memakan waktu kurang lebih dua bulan dengan porsi latihan tiga kali dalam seminggu membuahkan hasil yang memukau penonton.

Salah satu penari, Ariny Chiara Maida dari angkatan 2024, mengungkapkan, penyelarasan dan penyesuaian kekompakan tim menjadi tantangan tersendiri selama masa latihan.

Sebab, adanya perbedaan tingkat kemahiran serta pembagian fokus dengan kegiatan lain seperti musik.

Meski demikian, berkat komitmen bersama, penampilan di atas panggung dapat berjalan dengan kompak dan lancar.

Pentingnya menghadirkan identitas daerah dalam agenda berskala internasional juga menjadi sorotan.

Menyisipkan nilai-nilai lokal dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah di ranah yang lebih luas.

“Menurut saya penting banget ya, karena kita bisa memperkenalkan budaya lokal sekaligus menunjukkan bahwa budaya Indonesia juga bisa hadir dalam acara bernuansa internasional. Jadi, kita tetap terbuka dengan budaya luar tanpa melupakan identitas kita sendiri,” ungkap Chiara seusai tampil.

Keberadaan Tari Sigeh Pengunten sebagai tarian penyambutan tamu tak hanya dipandang sekadar sebagai simbol pertunjukan, melainkan bagian dari pelestarian warisan tradisi yang harus dijaga keberlanjutannya.

Usai memukau para hadirin di panggung Francetival 2026, Chiara menyuarakan harapannya agar seni tari tradisional Lampung ini terus mendapat tempat khusus di hati generasi muda.

“Harapannya, semoga generasi muda semakin tertarik untuk mempelajari dan melestarikan Tari Sigeh Pengunten, bukan hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan identitas Lampung,” tuturnya. [Putu Suati Kartika Dewi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda