Peserta Sekolah Lansia Salimah. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Kalianda – Menelusuri jalan menuju Pantai Masin, Kalianda, Lampung Selatan, tak menjadi penghalang bagi peserta Sekolah Lansia Salimah (Salsa) untuk hadir dalam kegiatan rutin satu bulan sekali ini, Kamis, 29/5/2025.
Kegiatan ini diawali dengan senam antistruk kemudian senam persendian bagi lansia. Sinar matahari pagi pun ikut memberikan semangat untuk melaksanakan senam lansia yang diinstrukturi Ketua PC Salimah Kalianda, Marliani J.
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Way Lubuk Heru Junaidi, Ketua TP PKK Kelurahan Hartati, Rahmadalena sebagai penyuluh KB, Ustazah Zainah selaku Ketua Departemen Dakwah PD Salimah Lampung Selatan sekaligus narasumber, Aan Saputri selaku Ketua Departemen Humas PD Salimah Lampung Selatan, Ketua PC Salimah Kalianda Marliani J, Ketua Pimpinan Ranting Salimah Way Lubuk Nurohmah beserta pengurus, hadir pula para kader BKL (Bina Keluarga Lansia) dan kader kesehatan kelurahan.
Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars Lampung Selatan, dan mars Salimah, tilawah, dan doa belajar yang dipimpin oleh ketua kelas standar 2 (S2) Driyana.
Dalam sambutannya, Lurah menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan para lansia tetap semangat dan terus belajar bersama Sekolah Lansia Salimah.
Ketua PC Salimah Marliani J pula, menyampaikan, pertemuan kali ini adalah momen spesial karena bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN).
Hari Lansia Nasional atau Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) diperingati setiap tanggal 29 Mei.
Peringatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, jiwa raga, serta peran penting dan strategis para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan, dan memajukan bangsa.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan materi keagamaan yang disampaikan oleh Ustazah Zainah tentang pentingnya menuntut ilmu bagi lansia.
Ia menyampaikan, menuntut ilmu itu sangat penting sekali. Bahkan, mencari ilmu ilmu itu sejak dalam buaian hingga liang lahat.
Dalam hadis Nabi dikatakan, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan (HR Ibnu Majah).
Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan potong tumpeng. Potongan tumpeng pertama diberikan kepada lansia tertua di Salsa.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama, ice breaking, dan terakhir penutup. [Marli/Salimah Kalianda]

Tinggalkan Komentar Anda