Siswa Sekolah Islam Az Zahra Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Di tengah tantangan perubahan iklim dan menurunnya kesadaran terhadap lingkungan, Sekolah Islam Az Zahra Lampung tampil sebagai pelopor sekolah peduli dampah dengan konsep menanamkan iman, ilmu, dan kepedulian merawat bumi.
Sekolah Islam Az Zahra membuktikan bahwa generasi unggul dengan segudang prestasi juga bisa ikut beraksi nyata dan peduli terhadap Lingkungan.
Melalui gerakan “Sekolah Peduli Sampah”, siswa belajar langsung bagaimana mengelola sampah, menciptakan kreativitas dari limbah, dan meneliti solusi lingkungan.
Program ini mencakup empat tahap utama:
- Sadari — Menyadari dampak sampah terhadap bumi.
- Selami — Mempelajari proses daur ulang dan solusi ramah lingkungan.
- Pilah — Membiasakan memilah sampah organik dan anorganik setiap hari.
- Batasi — Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari langkah mengurangi plastik, siswa dibiasakan untuk membawa botol minum (tumbler) dan lunchbox sendiri.
Kebiasaan ini mengurangi sampah plastik sekali pakai yang sulit didaur ulang, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal sederhana sehari-hari.
Selain itu, kantin dan katering sekolah juga diberikan imbauan untuk menggunakan wadah ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik. Upaya ini memastikan seluruh ekosistem sekolah berjalan selaras dengan prinsip eco-friendly.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu teori menjaga lingkungan, tapi menjadikannya bagian dari akhlak dan gaya hidup sehari-hari,” kata Soleh Suaedi, Ketua Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung.
Dalam upaya menumbuhkan semangat inovasi ramah lingkungan, Sekolah Islam Az Zahra Lampung mengadakan Az Zahra Sustainable Living Expo, sebuah pameran kreatif dan ilmiah yang menggabungkan edukasi, penelitian, dan aksi nyata terhadap isu lingkungan.
Melalui ekspo ini, siswa tidak hanya menunjukkan karya seni daur ulang, tetapi juga hasil penelitian ilmiah yang memanfaatkan limbah menjadi produk bermanfaat.
Beberapa contoh karya dan penelitian unggulan siswa di antaranya:
- Sabun Cair Organik dari Limbah Kulit Pisang — inovasi ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah organik menjadi produk higienis alami.
- Ekstraksi Bunga Telang sebagai Inhibitor Korosi Organik — riset sederhana namun ilmiah yang menggabungkan kimia hijau dan konservasi logam.
- Elektrifikasi Budidaya Maggot dengan LED Heater dan Water Sprayer Berbasis Panel Surya — solusi teknologi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah organik.
- Scented Candle (Lilin Aromaterapi) dari Minyak Jelantah — inovasi kreatif yang mengubah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna dan estetika.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang partisipasi sekolah dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) bekerja sama dengan Youth Sanitation Concern (YSC).
Kegiatan ini membuktikan bahwa Sekolah Islam Az Zahra Lampung bukan hanya tempat belajar, tetapi juga laboratorium inovasi lingkungan tempat di mana ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian terhadap bumi bersatu dalam satu tujuan: menjaga amanah Allah atas alam semesta.
Tanam 20.000 Bibit Mangrove
Sekolah juga aktif di kegiatan lingkungan luar sekolah, seperti Gerakan 20.000 Menanam Mangrove, menanam bibit mangrove bersama guru, siswa, orang tua, dan komunitas peduli lingkungan.
Aksi ini membantu melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga ekosistem laut Lampung.
Setiap batang mangrove dimaknai sedekah untuk bumi dan warisan untuk generasi selanjutnya.
Nilai-nilai Islam menjadi landasan program lingkungan: kebersihan adalah sebagian dari iman.
Siswa juga belajar membuat kompos alami, ecobrick, dan kerajinan daur ulang, menumbuhkan kreativitas dan tanggung jawab ekologis.
Kebiasaan membawa tumbler dan lunchbox sendiri serta dukungan kantin/katering untuk mengurangi plastik menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diterapkan sehari-hari, bukan hanya melalui kegiatan besar, tapi juga lewat langkah-langkah sederhana yang konsisten.
“Menjaga bumi adalah bagian dari iman, dan menanam pohon adalah bentuk sedekah yang tak akan putus pahalanya,” kata Soleh Suaedi.
Sekolah Islam Az Zahra Lampung membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil: dari satu sekolah, satu anak, satu aksi.
”Semoga semangat hijau ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mendidik generasi yang cerdas, kreatif, dan peduli lingkungan,” tutupnya. []

Tinggalkan Komentar Anda