Wartalampung.id, Bandar Lampung – Menyambut Ramadan 1447 H/2026, Dompet Dhuafa Lampung menggelar konferensi pers dan curah pendapat di Kali Cafe & Resto, Sukarame, Rabu siang (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri awak media, influencer, pelaku UMKM, mitra lembaga, serta relawan.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suparno, memaparkan kebermanfaatan zakat dalam memberdayakan umat, khususnya mustahik.
Mengusung tagline Ramadan “Berbagi Itu Kalcer”, Nandri mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperluas kebaikan.
“Dompet Dhuafa Lampung menjadi wadah kebaikan bagi para donatur, relawan, dan mitra. Kami senantiasa menghadirkan pembelaan dan pelayanan pemberdayaan bagi mereka yang kerap terlupakan,” ujar Nandri.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025, donasi masyarakat Lampung telah disalurkan kepada lebih dari 55 ribu jiwa penerima manfaat yang tersebar di 19 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, serta Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang dan asnaf, dengan sentuhan program pada pilar pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah, kesehatan, hingga penanganan bencana alam.
Memasuki 2026, Dompet Dhuafa Lampung menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat sebanyak 20 ribu jiwa dibanding tahun sebelumnya, sehingga total diharapkan menjangkau lebih dari 70 ribu jiwa di berbagai wilayah Lampung.
“Tahun 2026 ini, kami ingin menjangkau lebih dari 70 ribu jiwa penerima manfaat. Untuk itu, kami membuka selebar-lebarnya pintu kolaborasi dengan semua pihak,” tambahnya.
Sejumlah program unggulan yang siap dikolaborasikan antara lain Gerakan Sadar Gizi (POS Genzi), Kantin Kontainer, Dapur Keliling, Budidaya Maggot (Maggotin), Aksi Layanan Sehat, dan DD Farm Sentra Ternak.
Selain itu, terdapat tiga program baru, yakni Desa Wisata Gajah di Lampung Timur, UMKM Nusadaya di Tanggamus, serta penambahan Kantin Kontainer di Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Universitas Muhammadiyah Metro.
Khusus Ramadan, Dompet Dhuafa Lampung menghadirkan berbagai program, seperti bantuan korban bencana, safari dongeng inspiratif, sedekah Alquran, berbagi makanan berbuka dan sahur, kado untuk anak yatim, parcel Ramadan, tebar zakat fitrah, wakaf sumur, bingkisan guru ngaji, serta program buka-sahur untuk warga Palestina.
“Ragam program kebaikan ini akan semakin luas dampaknya jika dilakukan secara berjamaah. Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat,” tutur Nandri.
Pada sesi sharing session, turut hadir empat narasumber, yakni penerima Beasiswa ETOS, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Lampung, Dai Cordofa, serta Tim Kebencanaan Dompet Dhuafa Lampung yang terjun langsung ke lokasi bencana di Sumatera.
Sejumlah pihak yang akan berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan Ramadan antara lain Bank Indonesia, Paragon, Navara City Park, Sambel Alu, Rokez, dan Komunitas Teman Healing.
Kepala Tim Implementasi Keuangan Daerah (Kekda) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, Listyowati Puji Lestari, mengatakan pihaknya dalam beberapa tahun terakhir terus berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa untuk mengampanyekan manfaat wakaf bagi masyarakat.
Menurutnya, masih banyak anggapan bahwa wakaf harus bernilai besar, seperti tanah atau bangunan. Padahal, wakaf dalam bentuk apa pun—baik kecil maupun besar—tetap memberikan manfaat yang signifikan bagi para penerima.
“Terkadang masyarakat berpikir wakaf harus berupa aset besar. Padahal, apa pun yang diniatkan untuk wakaf akan sangat berguna bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Pada tahun ini, Bank Indonesia bersama Dompet Dhuafa akan menyalurkan dua wakaf sumur bor untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Pringsewu dengan nilai total Rp160 juta. Selain itu, pada 2025 pihaknya juga telah menyalurkan wakaf berupa alat kesehatan untuk rumah sakit sebagai bentuk dukungan terhadap layanan kesehatan masyarakat.
Kepala Tim Implementasi Kekda KPw Bank Indonesia Lampung, Listyowati Puji Lestari, mengatakan, pihaknya beberapa tahun ini berkolaborasi dengan Dompet dhuafa untuk mengkampanyekan tentang manfaat wakaf terhadap masyarakat.
Menurutnya, banyak beranggapan jika wakaf yang diberikan harus dengan nilai yang besar misalkan tanah atau bangunan, padahal apa pun yang diniatkan untuk wakaf kecil atau besar itu sangat berguna bagi penerima manfaatnya.
Pada tahun ini, pihaknya dan Dompet dhuafa akan menyalurkan dua wakaf sumur bor untuk pertanian di kabupaten Pringsewu senilai Rp160 juta.
Pada tahun 2025 pihaknya juga telah menyalurkan wakaf alat kesehatan untuk rumah sakit.
Acara tersebut ditutup dengan pemberian bingkisan paket sembako untuk mitra ojek online. []

Tinggalkan Komentar Anda