Pringsewu

Salimah Pringsewu Gelar Kajian Rutin Secara Hybrid, Ustazah Yosi Sampaikan Empat Benteng Aman untuk Anak

Salimah Pringsewu Gelar Kajian Rutin Secara Hybrid, Ustazah Yosi Sampaikan Empat Benteng Aman untuk Anak

Wartalampung.id, Pringsewu – Organisasi masyarakat (ormas) Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kabupaten Pringsewu menggelar kajian rutin bertema “Supaya Engkau Sakinah Bersamaku”, Sabtu, 21 Februari 2026 di Masjid Syababul A’lam Pondok Pesantren Bintang Sehati, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) untuk menjangkau peserta yang lebih luas.

Secara luring kajian diikuti oleh para santri putri dan ibu-ibu masyarakat sekitar pondok pesantren Bintang Sehati.

Sedangkan secara daring diikuti peserta dari pegawai Dinas P32KB Kabupaten Pringsewu, wali santri pondok pesantren Al Firdaus Kabupaten Way Kanan dan pondok pesantren Sulaimaniyah, Jakarta, bahkan ada peserta terjauh dari Taiwan.

Ketua PD Salimah Kabupaten Pringsewu Lilis Afrianti dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kajian berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi keluarga muslim.

Ia menekankan bahwa sakinah hanya dapat terwujud melalui sinergi suami dan istri. Tema ini mengajak para orang tua untuk bersama-sama membangun keluarga sakinah.

“Sakinah bukan berarti tanpa masalah. Justru sakinah hadir ketika kita mampu menyikapi masalah dengan iman, komunikasi, dan saling memahami,” ungkapnya.

Kajian menghadirkan ustazah Yosi Handayani sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep keluarga sakinah berdasarkan QS. Ar-Rum ayat 21 yang menegaskan bahwa Allah menciptakan pasangan hidup agar manusia memperoleh ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).

Ia juga menambahkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembentukan generasi yang kuat.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Dari keluarga lahir generasi yang kuat secara fisik dan tangguh secara mental. Karena itu, suami dan istri harus menjadi satu tim yang saling menguatkan,” ujarnya.

Lebih fokus lagi ustazah pengasuh pondok pesantren Bintang Sehati ini menyoroti peran ibu sebagai wanita lembut namun kuat dan menjadi pakaian bagi keluarganya, serta menjadi teman yang nyaman untuk beristirahat.

Ustazah lulusan magister keperawatan ini menambahkan bahwa ada empat benteng aman untuk anak, yaitu kesolehan orang tua, harta yang halal, ilmu, dan keteladanan.

Pemateri menutup uraiannya dengan menyinggung pentingnya kembali kepada nilai-nilai Alquran dalam kehidupan berkeluarga serta suami istri yang menjalankan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing.

Acara yang juga diikuti secara daring oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu itu berjalan lancar. Peserta tampak antusias dengan mengajukan beberapa pertanyaan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda