Lumpia Beef. | Dandy HR
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bazar kuliner yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Prancis (Imasapra) FKIP Unila kembali meriah dengan hadirnya berbagai stan makanan. Salah satu produk yang berhasil mencuri perhatian pengunjung adalah Lumpia Beef, jajanan gurih yang ditawarkan bersama menu lain seperti dadar gulung.
Kurniawan Hidayat, pemilik usaha yang akrab disapa Badai, mengungkapkan bahwa Lumpia Beef menjadi menu andalan sejak pasca pandemi covid-19.
Sebelumnya, ia sudah merintis usaha jajanan sejak 2011 di SMA Al Kautsar dengan produk telur gulung. Hingga kini, ia tetap mengelola usaha secara mandiri baik di kantin sekolah maupun di berbagai event kampus.
“Kalau di kantin hasilnya nasi, kalau di sini (bazar) vitaminnya. Jadi ada hasil lebih dari kantin itu. Alhamdulillah, respon pengunjung positif, bahkan omzet per hari bisa tembus di atas satu juta,” ujar Badai.
Produk Lumpia Beef dijual dengan harga terjangkau Rp10.000 per porsi. Dengan target sekitar 140 porsi per hari, menu ini laris manis di kalangan mahasiswa, khususnya dari FKIP dan FMIPA.
Isian lumpia cukup variatif, mulai dari jagung, makaroni, sayuran, hingga potongan daging sapi yang menjadi ciri khas.
Selain aktif di bazar kampus, Badai juga membuka kantin tetap dan kerap mengikuti event di sekolah maupun daerah lain.
Meskipun saat ini masih fokus pada penjualan offline, ia berencana mengembangkan usahanya ke layanan pesan antar seperti Shopee Food dan GoFood.
Menurutnya, bazar yang diadakan mahasiswa tidak hanya memberi peluang usaha bagi pelaku kuliner, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran.
“Untuk panitia, ini pembelajaran bagaimana mengurus event yang benar dan baik. Jadi sama-sama bermanfaat,” tambahnya.
Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Lumpia Beef terbukti mampu menjadi daya tarik utama di Bazar Imasapra FKIP Unila, sekaligus memperkaya ragam kuliner yang hadir di lingkungan kampus. [Dandy HR]

Tinggalkan Komentar Anda