Nusantara

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Hadiri Konvensi Kampus XXX & Temu Tahunan XXVI FRI di Pontianak

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Hadiri Konvensi Kampus XXX & Temu Tahunan XXVI FRI di Pontianak

Nasrullah Yusuf (kiri) pada pertemuan Forum Rektor Indonesia. Dua dari kanan tuan rumah Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Garuda Wiko. | Dokumentasi UTI

Wartalampung.id, Pontianak – Rektor Universitas Teknokrat Indonesia yang juga Wakil Dewan Kehormatan Forum Rektor Indonesia (FRI) Dr HM Nasrullah Yusuf SE MBA menghadiri acara Konvensi Kampus XXX & Temu Tahunan XXVI Forum Rektor Indonesia di Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat, 22-24 November 2025.

Nasrullah disambut langsung Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. Garuda Wiko.

Sejumlah tokoh penting Indonesia hadir dalam perhelatan akbar kali ini.

Mereka di antaranya oleh Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto, Wakil Mendiktisaintek RI, Direktur Kelembagaan Kemendiktisaintek RI Prof. Dr. Mukhamad Najid, S.TP., M.M., Gubernur Kalimantan Barat Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., Ketua FRI 2024-2025 Prof Nurhasan, Dewan Kehormatan FRI, & Dewan Pertimbangan FRI.

Dikutip dari Antara, Garuda Wiko mengatakan, FRI mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia menjadi pusat pertumbuhan pendidikan berbasis inovasi.

Ia menuturkan, Konvensi Kampus XXX dan Temu Tahunan XXVI FRI 2025 ini diharapkan menjadi milestone bagi perguruan tinggi untuk menggeser kultur user menjadi inventor.

Untuk itu, FRI mendorong agar perguruan tinggi menjadi pusat pertumbuhan pendidikan berbasis inovasi.

Pada konferensi FRI tahun ini, Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menjadi tuan rumah di mana forum tersebut menjadi pertemuan strategis yang mengusung tema “Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pertumbuhan Berbasis Inovasi: Relevansi Pendidikan Tinggi dan Industrialisasi Menuju Indonesia Emas”. Garuda Wiko juga menjabat sebagai Rektor Untan.

Melalui forum ini, kata dia, para pemimpin perguruan tinggi menegaskan pentingnya kolaborasi antara regulator, akademisi, dan industri untuk memastikan pendidikan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda