Rapat persiapan HUT kw-60 SMAN 2 Bandar Lampung dan reuni akbar. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdraprov) Lampung Marindo Kurniawan kemarin memimpin rapat persiapan perayaan HUT ke-60 SMAN 2 Bandar Lampung. Marindo didampingi sekretaris panitia Mahathir Muhammad.
Hadir pula Sekretaris IKA Smanda Hamzah, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Sevensari, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Edi Pristiyono, dan sejumlah panitia.
Dalam rapat, Marindo mengutarakan beberapa hal. Ia berterima kasih atas penunjukan dirinya sebagai ketua panitia HUT ke-60 Smanda—akronim akrab SMAN 2 Bandar Lampung.
Ia juga sudah mendapat izin dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk menyukseskan HUT ke-60 Smanda, termasuk ajang reuni akbar semua angkatan yang dijadwalkan pada 20 Desember 2025.
Marindo berpesan agar penyelenggaraan reuni akbar ini sukses dengan kehadiran maksimal semua angkatan. Karena itu, ia mewanti-wanti agar jangan sampai ada yang tidak terundang.
Maka itu, sosialisasi masif untuk acara reuni akbar ini mesti terus dikampanyekan.
Ia juga mengingatkan untuk menyolidkan kepanitiaan dan mengakomodasi semua kelompok alumni sehingga pelaksanaan reuni akbar bisa berjalan dengan lancar.
”Parameter kita tentu yang hadir banyak dan mewakili semua angkatan. Apalagi ini reuni dalam skop 60 tahun Smanda,” kata alumnus Smanda angkatan 1998 itu.
Ia juga meminta alumni yang sukses berkiprah di pemerintahan untuk aktif dalam kepanitiaan dan menyukseskan reuni akbar.
Untuk musyawarah besar (mubes) IKA Smanda dijadwalkan pada 26 Juli 2025. Sejauh ini untuk untuk calon ketua umum ikatan keluarga alumni (IKA) Smanda nama Rahmat Mirzani Djausal yang diusung. Adapun ketua IKA Smanda kini masih dijabat Irham Djafar Lan Putra, anggota DPR RI asal Lampung.
Jika Rahmat Mirzani Djausal terpilih sebagai ketua IKA Smanda, ini mengulang sejarah saat Komjen Pol Drs (Purn) Sjachroedin ZP menjadi gubernur Lampung dan juga ketua IKA Smanda.
Dalam catatan redaksi, SMA Negeri 2 Tanjungkarang, kini SMAN 2 Bandar Lampung, berdiri pada tahun 1965 atas prakasa guru-guru SMA Negeri 1 Tanjungkarang bersama dengan Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) sebagai pengembangan SMA Negeri 1 Tanjungkarang yang pada waktu itu merupakan satu-satunya SMA Negeri di kawasan Tanjungkarang-Telukbetung (nama lama Kota Bandar Lampung).
Terhitung mulai 1 Agustus 1965, SMA Negeri 2 Tanjungkarang disahkan sebagai SMA dengan Nomor 308 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan No. 96/SK/B/III-65-66 tanggal 17 Juli 1965 melalui Surat Edaran No. 1/65 Kepala Inspeksi Daerah SMA Perwakilan Departemen Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Daerah Lampung dengan nomor Surat Edaran No. 1/65. []

Tinggalkan Komentar Anda