Berita Foto

Raker Bipeka DPD PKS Lamsel dan DPC Sekabupaten: Perempuan Tangguh, Keluarga Kokoh

Raker Bipeka DPD PKS Lamsel dan DPC Sekabupaten: Perempuan Tangguh, Keluarga Kokoh

Raker Bipeka DPD PKS Lamsel dan DPC se-Lamsel. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang saat ini, mulai dari persoalan pendidikan anak, ketahanan keluarga, pengaruh media digital, hingga dinamika ekonomi rumah tangga, peran perempuan dan keluarga menjadi fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang kuat dan berdaya.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Bipeka DPD PKS Lampung Selatan menggelar rapat kerja (raker) pada Ahad, 14 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyamakan arah gerak seluruh pengurus Bipeka di tingkat daerah dan kecamatan.

Kegiatan yang mengusung semangat *“Perempuan Tangguh, Keluarga Kokoh, Lampung Selatan Maju”* ini menjadi momentum penting untuk menyusun langkah-langkah strategis yang akan dijalankan selama periode kepengurusan. Raker tidak hanya menjadi forum administratif semata, tetapi juga wadah silaturahmi, koordinasi, dan penyatuan visi antara Bipeka DPD dan Bipeka DPC se-Lamsel.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua DPD PKS Lampung Selatan yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris DPD PKS Lampung Selatan, Rizky Eko Prasetyo. Ia menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas keluarga yang menjadi unit terkecil dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, program-program yang dijalankan Bipeka harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat serta memberikan dampak yang terukur.

Selain sambutan dari perwakilan DPD, Ketua Bipeka DPD PKS Lampung Selatan Sri Subekti juga menyampaikan arahan mengenai pentingnya membangun sinergi antarwilayah. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi secara konsisten.

Dengan semangat kolaborasi dan pelayanan kepada masyarakat, Bipeka diharapkan dapat menjadi motor penggerak berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga di Lampung Selatan.

Raker tersebut dihadiri oleh 26 peserta yang mewakili Bipeka DPC dari berbagai kecamatan, antara lain Kalianda, Ketapang, Bakauheni, Katibung, Palas, Merbau Mataram, Jati Agung, Natar, Sidomulyo, Way Panji, dan Tanjung Bintang.

Kehadiran para perwakilan ini menunjukkan keseriusan seluruh struktur Bipeka dalam membangun organisasi yang solid dan siap menjalankan program kerja secara terarah.

Salah satu agenda utama dalam rapat kerja ini adalah penyampaian program-program turunan hasil musyawarah daerah (Musda). Program-program tersebut menjadi acuan bagi seluruh tingkatan kepengurusan dalam menyusun kegiatan yang selaras dengan arah kebijakan organisasi.

Hal ini penting agar tidak terjadi perbedaan persepsi maupun tumpang tindih program antara tingkat daerah dan tingkat kecamatan. Dengan adanya panduan yang jelas, seluruh pengurus dapat bergerak dalam satu irama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam konteks organisasi modern, keselarasan program menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan. Sering kali sebuah organisasi memiliki visi yang baik, tetapi pelaksanaannya kurang optimal karena tidak adanya sinkronisasi antara kebijakan dan implementasi di lapangan.

Melalui forum raker ini, Bipeka berupaya meminimalisasi kendala tersebut dengan memastikan bahwa setiap pengurus memahami arah kebijakan hasil Musda dan mampu menerjemahkannya menjadi kegiatan yang relevan dengan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

Selain menyampaikan program turunan hasil musda, rapat kerja juga menjabarkan berbagai program kerja Bipeka yang akan dilaksanakan selama masa kepengurusan. Penjabaran ini bertujuan agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai target, mekanisme pelaksanaan, serta indikator keberhasilan program. Dengan pemahaman yang menyeluruh, setiap pengurus dapat menjalankan tugasnya secara lebih efektif dan bertanggung jawab.

Program kerja yang disusun tidak hanya berorientasi pada penguatan internal organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perempuan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, Bipeka perlu hadir dengan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas perempuan dalam berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi, sosial, maupun keagamaan.

Di sisi lain, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi prioritas utama mengingat keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Raker juga menghasilkan kesepakatan mengenai pembagian tugas dan peran antara Bipeka DPD dan DPC. Pembagian tugas ini dinilai penting untuk memperjelas tanggung jawab masing-masing tingkatan kepengurusan.

Dalam organisasi yang memiliki cakupan wilayah luas seperti Kabupaten Lampung Selatan, kejelasan peran menjadi salah satu kunci keberhasilan program.

Bipeka DPD memiliki fungsi utama sebagai perumus kebijakan, pengarah program, serta koordinator pelaksanaan kegiatan secara umum. Sementara itu, DPC berperan sebagai pelaksana program di tingkat kecamatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dengan pembagian peran yang jelas, diharapkan tidak terjadi kebingungan dalam pelaksanaan program dan setiap tingkatan dapat bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing.

Pembahasan mengenai target program juga menjadi perhatian penting dalam rapat kerja ini. Setiap program yang telah dirancang harus memiliki target yang jelas, terukur, dan memiliki batas waktu penyelesaian. Penetapan target bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada hasil.

Dalam dunia organisasi, target berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai efektivitas pelaksanaan program. Tanpa target yang jelas, sebuah program akan sulit dievaluasi keberhasilannya.

Oleh karena itu, seluruh pengurus Bipeka didorong untuk memahami target yang telah ditetapkan dan berupaya mencapainya sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam rapat kerja adalah instruksi kepada seluruh Bipeka DPC untuk segera melengkapi struktur kepengurusan. Kelengkapan struktur organisasi merupakan syarat dasar agar program dapat berjalan dengan optimal.

Tanpa adanya pembagian tugas yang jelas dalam kepengurusan, pelaksanaan program berpotensi mengalami hambatan karena beban kerja tidak terdistribusi secara merata.

Hasil rapat kerja ini juga menghasilkan beberapa tindak lanjut yang harus segera direalisasikan.

Pertama, Bipeka DPC diminta untuk segera menyusun dan melengkapi kepengurusan di wilayah masing-masing. Langkah ini menjadi prioritas agar seluruh program dapat dijalankan secara efektif dan terkoordinasi.

Kedua, Bipeka DPC diminta untuk menyesuaikan program kerja dengan hasil Musda dan arahan dari DPD. Penyesuaian ini penting agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan memiliki arah yang sama dan mendukung pencapaian target organisasi secara keseluruhan.

Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilakukan di tingkat kecamatan akan menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan visi organisasi.

Ketiga, koordinasi dan pelaporan pelaksanaan program harus dilakukan secara berkala. Aspek koordinasi sering kali menjadi tantangan dalam organisasi yang memiliki struktur berjenjang. Namun melalui pelaporan yang rutin dan komunikasi yang intensif, berbagai kendala dapat diidentifikasi lebih awal sehingga solusi dapat segera ditemukan.

Lebih jauh lagi, rapat kerja ini mencerminkan kesadaran bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang erat antara berbagai elemen organisasi untuk menghasilkan dampak yang nyata. Bipeka sebagai bidang yang fokus pada perempuan dan keluarga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun ketahanan sosial masyarakat.

Perempuan merupakan pilar penting dalam keluarga. Ketika perempuan memiliki kapasitas yang baik, maka kualitas keluarga juga akan meningkat. Sebaliknya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang berkarakter, berpendidikan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Oleh karena itu, investasi dalam program pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Tema yang diusung dalam raker ini, yaitu *“Perempuan Tangguh, Keluarga Kokoh, Lampung Selatan Maju”*, bukan sekadar slogan. Tema tersebut menggambarkan hubungan yang erat antara kualitas perempuan, kekuatan keluarga, dan kemajuan daerah.

Ketika perempuan diberdayakan, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi lebih stabil. Pada akhirnya, stabilitas sosial tersebut akan berkontribusi pada kemajuan daerah secara keseluruhan.

Raker Bipeka DPD PKS Lampung Selatan tahun 2026 menjadi langkah awal yang penting dalam membangun gerakan perempuan dan keluarga yang lebih terstruktur, terarah, dan berdampak.

Keberhasilan forum ini tentu tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi dari sejauh mana hasil-hasil yang telah disepakati dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, koordinasi yang kuat, dan komitmen seluruh pengurus, Bipeka diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan keluarga dan masyarakat.

Tantangan ke depan memang tidak ringan, namun dengan perencanaan yang matang dan kerja sama yang solid, optimisme untuk mewujudkan perempuan yang tangguh, keluarga yang kokoh, dan Lampung Selatan yang maju bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai. [Nurani/Biro Kajian Strategis dan Advokasi Bipeka DPD PKS Lamsel]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda