Rahman Abigail
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam lanskap dunia yang tengah mengalami transformasi teknologi besar-besaran, dua sosok muda, Rahman Abigail (Founder Mortalis Academy) dan Bangkit Nugraha (Founder Tradting Community), hadir sebagai katalisator perubahan.
Dengan tekad kuat dan visi yang berorientasi pada masa depan, mereka mengusung misi besar: memperkuat literasi digital generasi muda melalui edukasi di bidang cryptocurrency, kecerdasan buatan, dan pengembangan karakter.
Keduanya memahami bahwa pergeseran global menuju era digitalisasi 4.0—di mana blockchain, Bitcoin, dan artificial intelligence menjadi fondasi sistem baru—bukan sekadar tren, melainkan revolusi struktural yang akan menentukan arah peradaban manusia ke depan.
Dalam kerangka tersebut, Rahman dan Bara percaya bahwa edukasi adalah kunci untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya mampu mengikuti perubahan, tetapi juga menjadi pemimpin di dalamnya.
“Bitcoin bukan hanya instrumen finansial. Ia adalah simbol kebebasan, transparansi, dan desentralisasi—konsep yang akan mendominasi masa depan,” ujar Rahman, yang memfokuskan kiprahnya pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendekatan edukatif berbasis karakter dan visi.
Sementara Bara, melalui Tradting Community, menyoroti pentingnya literasi digital dan investasi cerdas di kalangan generasi muda.
Bagi keduanya, teknologi tanpa fondasi moral dan pemikiran yang bijak hanya akan melahirkan kekacauan. Karena itu, mereka menggabungkan teknologi dan self-development sebagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.
Dalam pandangan mereka, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal akses terhadap informasi, tetapi bagaimana memilah, memahami, dan mengimplementasikan informasi tersebut secara bertanggung jawab.
Fenomena gaya hidup instan, konsumtif, serta paparan media sosial yang tanpa batas telah membentuk ekosistem mental yang rawan—jika tidak dibekali dengan edukasi kritis, kebijaksanaan emosional, dan arah yang tepat.
“Self-development adalah fondasi dari inovasi. Teknologi hanya bisa digunakan secara maksimal jika penggunanya matang secara karakter,” tegas Bara.
Kolaborasi antara Mortalis Academy, Tradting Community, dan platform edukasi Bisa Academy menjadi salah satu langkah konkret yang mereka ambil untuk membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak luas.
Mereka tidak hanya memberikan edukasi teknis seputar crypto dan AI, tetapi juga membangun kerangka berpikir yang kritis, reflektif, dan berbasis nilai.
Rahman dan Bara meyakini bahwa masa depan tidak ditentukan oleh siapa yang paling cepat, tetapi oleh siapa yang paling siap. Dan kesiapan itu dibentuk oleh pengetahuan, karakter, serta keberanian untuk mengambil tindakan sejak dini.
Kini, di usia yang masih sangat muda, keduanya tampil sebagai representasi nyata dari generasi baru yang berpikir jauh ke depan. Mereka tidak hanya bicara tentang perubahan, tetapi juga membangun sistem yang mengarah ke sana—dengan semangat kolaborasi, keberanian intelektual, dan dedikasi jangka panjang.
Mereka menutup dengan prinsip hidup yang menjadi kompas moral dalam perjalanan mereka:
“Waktu, reputasi, dan kebijaksanaan adalah tiga aset paling berharga dalam kehidupan. Dan perubahan besar hanya bisa terjadi melalui kecepatan, keberanian, dan kecerdasan.”
Ikuti media sosial keduanya:
Instagram: @bangkitnugrahaa @tradtingcommunity @rahman.abigail @mortalis.academy. []

Tinggalkan Komentar Anda