Amaye. | Holiq Bae
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dunia modeling di Provinsi Lampung kembali kedatangan bakat muda yang potensial.
Upit Damayanti, atau yang akrab disapa Amaye, merupakan seorang model pendatang baru asal Bandar Lampung yang siap membawa warna baru di industri fesyen lokal lewat komitmen dan pandangannya yang mendalam tentang seni fotografi.
Alumnus SMA Negeri 17 Bandar Lampung ini menceritakan bahwa ketertarikannya pada dunia modeling berawal sejak duduk di bangku SMA pada tahun 2024 lalu.
Berawal dari sekadar iseng berfoto, Amaye akhirnya menyadari bahwa bidang ini adalah passion terbesarnya.
Bagi anak bungsu dari dua bersaudara ini, esensi dari seorang model jauh lebih dalam dari sekadar penampilan fisik.
Kata Amaye kepada wartalampung.id hari ini lewat pesan WhatsApp, modeling itu bukan cuma soal tampil cantik, tapi bagaimana cara kita menyampaikan sebuah cerita dan pesan lewat selembar foto.
Ia menambahkan bahwa menjadi seorang muse (inspirasi bagi kreator) memberikan ruang yang sangat luas bagi dirinya untuk terus belajar dan berkembang.
Dalam mengekspresikan diri, model dengan tinggi badan 158 cm dan berat badan 45 kg ini mengaku paling nyaman dengan konsep kasual, elegan, dan feminin.
Menurutnya, ketiga konsep tersebut sangat merepresentasikan kepribadian aslinya, sehingga pose dan ekspresi yang dihasilkan terlihat natural dan tidak dipaksakan.
Ketika ditanya mengenai proyek impiannya dalam waktu dekat, Amaye mengungkapkan ketertarikannya pada tren visual Asia Timur.
Ia sangat ingin menjalani sesi photoshoot dengan konsep Korean look, yang dipadukan dengan riasan wajah (makeup) gaya Douyin yang khas, serta mengenakan pilihan busana (outfit) berwarna lembut (soft).
Soal foto seksi, kata dia, hasilnya harus tetap terlihat elegan, sopan, dan memiliki nilai seni yang tinggi.
Untuk terus mengasah kemampuannya, Amaye rutin belajar melatih ekspresi wajah dan berpose di depan kaca secara mandiri.
Demi memaksimalkan potensinya dan memperluas portofolio, saat ini Amaye sedang membuka kesempatan kolaborasi (open collaboration) bagi para fotografer lokal yang ingin berkarya bersama. []

Tinggalkan Komentar Anda