Nusantara

Pramuka SMA Al Kautsar Pimpinan Azzam Tanam 1.000 Mangrove di Cuku Nyi Nyi Pesawaran, Jihan Nurlela Kasih Dua Jempol

Pramuka SMA Al Kautsar Pimpinan Azzam Tanam 1.000 Mangrove di Cuku Nyi Nyi Pesawaran, Jihan Nurlela Kasih Dua Jempol

Penanaman mangrove. Azzam (paling kanan). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Teluk Pandan – Pramuka SMA Al Kautsar melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyi Nyi Pesawaran beberapa hari lalu.

Pradana Pramuka SMA Al Kautsar, Muhammad Abdullah Azzam, mengatakan, kegiatan ini merupakan program Sigma Environmental Project 2025 dengan tema “Scout for Mangroves : Protecting the Coastline, Preserving the Future.”

Beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah penanaman mangrove, edukasi lingkungan, dan sisir pantai.

“Sigma SMA Al Kautsar berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung bersama-sama menanam seribu bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Cuku Nyi Nyi, Pesawaran,” ujar Azzam.

Kegiatan ini juga diikuti oleh dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kehutanan, Dinas Kominfotik, Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran, serta perwakilan dari Kwarda Lampung, Kwarcab Bandar Lampung, dan Kwarcab Pesawaran.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian anggota pramuka dalam isu pelestarian lingkungan.

Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.

Dalam sambutannya, Jihan mengapresiasi Pramuka SMA Al Kautsar atas inisiatif dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong gerakan-gerakan pelestarian lingkungan agar lebih masif dan berdampak luas bagi ekosistem pesisir dan mangrove.

“Lampung memiliki hutan mangrove yang luas, terutama di wilayah Pesawaran dan Lampung Timur. Sejalan dengan visi Lampung maju menuju Indonesia emas, maka pemerintan provinsi Lampung telah menetapkan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan pesisir sebagai bagian dari agenda pembangunan jangka panjang,” papar Jihan.

Dia berharap, kawasan mangrove ini ke depannya dapat berkembang menjadi laboratorium kehidupan, pusat studi, dan ruang pembelajaran berbasis ekowisata yang memberi dampak positif secara ekologis dan edukatif. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda